Senin, 04 November 2013

versi Teks Naruto Chapter 653

Naruto Chapter 653 - Aku mengawasimu



Di alam bawah sadarnya, Naruto berkata pada Obito,
"Uchiha Obito, aku akan membuka topeng yang menutupi wajahmu itu"

Sempat terdiam untuk beberapa saat, Obito kemudian berkata, "Uchiha Obito katamu? Apa nama itu.. orang itu, memiliki arti bagimu??" Obito sendiri seolah sudah tak mengenal nama itu lagi. "Dengan bersatunya aku dengan Juubi, aku mampu berpindah ke dimensi yang baru. Aku bukan lagi manusia, aku adalah seseorang yang akan memimpin manusia menuju langkah selanjutnya."

"Tekad dan tubuhku sama seperti Rikudo Sennin. Akulah Rikudo Sennin kedua." ucap Obito lagi. Naruto lalu menunjuk tubuh Obito dengan telunjuk tangan kirinya dan berkata, "Tidak, kau adalah Uchiha Obito."

"Ketika chakramu menusukku, aku bisa melihat masa lalumu." ucap Naruto. "Cara kita tumbuh itu sama, begitu juga dengan mimpi kita untuk menjadi hokage. Kita berdua benar-benar mirip.. kita sama-sama tak tahu orang tua kita.. seseorang yang penting bagi kita mati.. itulah kenapa kau berkata padaku kalau rasa kesepian adalah hal yang paling mengerikan.."

"Kau juga ingin seseorang mengakui keberadaanmu, itulah kenapa kau ingin menjadi hokage. Setidaknya kau mirip denganku. Tapi lihat kau yang sekarang! kau melawan seluruh shinobi di dunia ini dan berkata kalau itu demi kebaikan, namun pada kenyataannya itu hanya baik menurutmu!! Tak seorangpun, bahkan orang yang kau anggap penting dalam hidupmu, akan mengakui mimpimu ini.."


Obito terdiam, sementara Naruto terus melanjutkan kata-katanya, "Sebelumnya kau punya mimpi yang sama denganku, tapi sekarang kau menjadi kebalikan dari hokage!! Kau mirip denganku, itulah kenapa.."

"Tidak.." ucap Obito. "Justru karena kau mirip dengankulah, aku ingin supaya kau berpikir kalau dunia ini benar-benar menyedihkan.." lanjutnya.

Untuk sesaat, Naruto dan Obito sama-sama terdiam. "Tidak.." ucap Obito lagi. "Aku ingin merasakannya sekali lagi, kalau jalan yang kupilih itu benar.. bertarung melawanmu.. aku teringat akan diriku di masa lalu.. karena itulah aku ingin mengujimu.. aku ingin melihat kau menyerah, dan kemudian membuang semua idealismemu.."

"Karena kau sepertikulah ini menggangguku!!" ucap Naruto. "Yang kau lakukan hanyalah mengabaikan semuanya dan lari dari masalah!!"

"Tidak, aku melakukan apa yang akan hokage lakukan. Bahkan lebih dari itu, karena aku akan membawa kedamaian pada dunia ini." ucap Obito.

"Hah.." Naruto menghela nafas sejenak, lalu kemudian bertanya lagi pada Obito, "Apa kau benar-benar berpikir begitu? apa kau benar-benar serius berpikir seperti itu!?"

Obito tak menjawabnya, ia malah memejamkan mata dan kemudian mengingat kenangannya dulu saat bersama dengan Obito. Saat itu, Obito kecil sedang terluka, dan Rin mengobati luka di pipi kanannya itu.

"Dengan membantuku, artinya kau menyelamatkan dunia ini." ucap Obito.

"Eh?" Rin menatap dengan tatapan tidak mengerti, Obito kemudian menjelaskan, "Yah, kau lihat, aku akan menjadi hokage dan menghentikan perang ini. Kalau kondisiku tidak baik, maka aku tak akan bisa melakukannya, kau mengerti, kan?"

"Yah, agak rumit sih.." ucap Rin.

Lalu dengan wajah memerah, malu-malu, Obito berkata, "Dan untuk melakukannya.. itu.. umm.. kau harus tetap berada di sisiku dan mengawasiku.. seperti.. kau tahu kan.."

"Hmm???" Rin menatap wajah Obito sambil tersenyum, sementara wajah Obito semakin memerah hingga tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi.

Kembali ke Obito yang sekarang, ia membuka matanya lagi dan akhirnya menjawab pertanyaan Naruto, "Ya, kupikir begitu.." ucapnya. "Kau tak perlu lagi berjalan tanpa tahu arah ke mana kau akan pergi, karena di sana kau hanya akan menemukan mayat teman-temanmu. Kalau saja seseorang tahu ada cara singkat untuk mencapai kedamaian itu, orang itu pasti akan memilihnya. Tujuan seorang hokage adalah untuk membawa kedamaian pada dunia ini kan.."

"Apa katamu??" Naruto merapatkan genggaman tangan kanannya, lalu berkata pada Obito dengan tatapan mata yang tajam, "Aku tak ingin mengetahui cara singkat itu.. aku ingin menempuh jalan yang curam selangkah demi selangkah.."
Kembali ke Obito yang sekarang, ia membuka matanya lagi dan akhirnya menjawab pertanyaan Naruto, "Ya, kupikir begitu.." ucapnya. "Kau tak perlu lagi berjalan tanpa tahu arah ke mana kau akan pergi, karena di sana kau hanya akan menemukan mayat teman-temanmu. Kalau saja seseorang tahu ada cara singkat untuk mencapai kedamaian itu, orang itu pasti akan memilihnya. Tujuan seorang hokage adalah untuk membawa kedamaian pada dunia ini kan.."

"Apa katamu??" Naruto merapatkan genggaman tangan kanannya, lalu berkata pada Obito dengan tatapan mata yang tajam, "Aku tak ingin mengetahui cara singkat itu.. aku ingin menempuh jalan yang curam selangkah demi selangkah.."

"Akankah kau mengatakan hal yang sama bahkan jika kedua jalan itu memiliki tujuan yang sama?"

"Seseorang harus punya keberanian untuk menempuh jalan yang curam itu." ucap Naruto. "Hokage adalah seseorang yang menghadapi penderitaan, berjalan di depan semuanya, seseorang yang membuka jalan agar semuanya bisa lewat.."

Naruto melangkah mendekati Obito, "Tak ada jalan pintas untuk menjadi seorang hokage, dan setelah kau menjadi hokage, kau tak bisa lagi lari dari posisimu.."

Obito kembali teringat akan masa lalu, waktu itu tampak Rin sedang memerban telapak tangan kiri Obito yang terluka. "Aku ceroboh, sampai-sampai ada debu masuk ke mataku.." ucap Obito.

Rin menatap Obito dengan tatapan kesal. Obito sempat terdiam, lalu kemudian ia tertawa, "Hahaha, seorang lelaki tak akan disebut lelaki kalau tak punya beberapa luka di tubuhnya. Luka ini bukan apa-apa.."

Rin masih saja menatap dengan tatapan kesal.

"Jangan bersikap sok kuat dan berpura-pura tak terjadi apapun, aku mengawasimu." ucap Rin. "Kau sudah berjanji padaku kalau kau akan menjadi hokage. Tak apa, aku juga ingin menghentikan perang ini dan menyelamatkan dunia.. itulah kenapa aku memutuskan kalau aku akan tetap berada di sisimu dan mengawasimu.. bukankah kau sendiri yang bilang kalau menolongmu sama halnya dengan menyelamatkan dunia ini?"

"Yah.." Obito akhirnya menangis.

"Sekarang aku mengawasimu, kau tak bisa menyembunyikan apa-apa lagi." ucap Rin.
"Ya.. ya!!" Obito masih menangis.

"Lakukan yang terbaik, Obito! Jadilah hokage yang keren dan izinkan aku melihat bagaimana kau menyelamatkan dunia ini. Janji ya.." Rin akhirnya tersenyum sambil memberi Obito semangat.

"Ayo.." Rin kemudian menarik telapak tangan Obito dan mengajaknya kembali ke tempat Kakashi dan guru Minato sedang menunggu.

Obito terus mengingat saat-saat itu, mengingat saat-saat ketika Rin memegang telapak tangannya..

"Kau bilang pada guru Kakashi kalau kau kesal dengan ingatan dan perasaanmu pada temanmu dulu, namun ketika kau menjadi jinchuriki dan hampir terhisap oleh kekuatan itu, bukankah kau menahannya kembali karena kau tak ingin kehilangannya??"

"Alasan kenapa kau bisa mengalahkan Juubi dan mengendalikannya adalah karena kau tak ingin membuang semua masa lalumu dan berusaha untuk mempertahankannya.. pada akhirnya, kau tak bisa membuang ingatan tentang ayahku, guru Kakashi, dan orang yang dipanggil Rin itu, iya kan? Jadi artinya kau masih tetap Obito meski kau sudah menjadi Jinchuriki Juubi.. apa aku salah?"

"Kau harus kembali ke sisi kami sebagai Uchiha Obito, seorang shinobi Konoha, dan mengganti kerugian dari apa yang telah kau perbuat. Kau hanya ingin lari dari semuanya.. Kalau saja Rin masih hidup, dia akan berkata, Jangan berpura-pura kuat dan bersembunyi, aku mengawasimu.. kau hanya bisa jadi dirimu sendiri.. Jadi berhentilah berlari dan kembalilah ke sisi kami, Obito.."

Naruto menjulurkan tangannya, tanda perdamaian. Akankah Obito meraihnya?


Sabtu, 26 Oktober 2013

Manfaat dan Khasiat Kacang Hijau untuk Kesehatan Tubuh




kacang hijau, siapa yang tidak kenal dengan kacang yang satu ini, kacang yang sering digunakan sebagai bahan makanan/minuman, Kue, ataupun sereal anak. Makanan/minuman yang menggunkanan bahan dasar kacang hijau bisa kita temui pada bubur kacang hijau, es kacang hijau, pudding dan masih banyak makanan lainnya.

Kacang hijau termasuk Jenis Tumbuhan yang tergolong kedalam jenis polong-polongan, kacang hijau juga mempunyai Kandungan protein yang terbilang cukup tinggi, kalsium dan fosfor. Tak hanya disitu saja  kacang hijau juga mempunyai kandungan lemak tak jenuh, lemak jenis ini bermanfaat baik untuk kesehatan kita.

Kandungan Kacang Hijau :
  • Didalam Kacang hijau yang masih segar hanya mengandung kalori sekitar 31 kkal  dalam per 100 g (kacang hijau mentah) serta mengandung lemak tak jenuh. Sehingga hal ini bisa memperlancar dan menghilangkan lemak jenuh yang tertempel pada arteri, dengan hilangnya lemak jenuh di arteri aliran darah akan kembali lancar lagi.

  • Kacang Hijau kaya akan serat, serat ini berfungsi sebagai pencuci perut, serta melindungi kinerja selaput lendir usus, sehingga zat beracun/ bahan kimia akan terserap oleh serat tersebut, dan tentunya akan meminimalisir terjadinya penyakit kanker dalam usus.

  • Kacang hijau mengandung zat vitamin A, Jenis vitamin ini tentunya sangat baik untuk kesehatan mata kita, selain baik untuk kesehatan mata, vitamin A juga bermanfaat Untuk menjaga dan melindungi  kesehatan jaringan tubuh, sehingga mempercepat proses penyembuhan luka pada kulit.

  • Kacang hijua mampu mengobati Kolesterol, seperti yang kita tahu bahwa Kacang hijau memiliki lemak tak jenuh, jenis tanaman polong yang satu ini juga rendah akan kandungan kalori, sehingga sangat baik untuk anda penderita kolestrol, anda bisa mengkonsumsi kacang hijau setiap hari, dengan aneka pilihan olehan baik bubur, onde-onde, eskacang hijau dll. Sehingga dengan mengkonsumsi kacang hijau kolestrol dalam tubuh anda sedikit-demi sedikit akan berkurang.

  • Kacang hijau bermanfaat baik untuk ibu hamil. Adapun hal-hal yang membuat kacang hijau bermanfaat baik untuk kesehatan ibu hamil adalah adanya kandungan, Asam folat, vitamin B1, B2 kandungan protein, lemak tak jenuh, karbohidrat, kalsium dan fosfor, semua kandungan ini bermanfaat untuk kesehatan janin dan ibu hamil. Jadi kacang hijau cocok untuk dikonsumsi para ibu hamil yang menginginkan kesehatan dalam mengandung bayi.

Berikut adalah manfaat kacang hijau dan cara pengolahannya:


1. Disentri


Kacang hijau di buat bubur. sajikan dengan 2 butir telur ayam yang di pindang dan air hangat sebanyak 2 sampai 3 kali sehari.

Peluru kencing
30 gr kacang hijau dan 30 gr daun sendok di rebus dengan air 400cc. sebaiknya menggunakan periuk tanah untuk merebus, sesudah dingin tambahkan madu secukupnya. minum ramuan ini secara teratur sampai kencing tidak tersendat lagi.

2. Rambut Rontok


Rebus kacang hijau dalam 1 gelas air, perhatikan saat merebus kacang jangan sampai pecah. segera angkat bila sudah terlihat agak matang agar kacang tidak pecah. setelah dingin air rebusan kacang hijau ini di gunakan untuk membasahi kulit kepala sambil di pijat pijat, diamkan sampai kering lalu keramas.


3. Biang Keringat


Bisanya sering di alami oleh balita, balita yang terkena biang keringat sering rewel karena gatal. untuk mengatasinya, rebus 60 gr kacang hijau yang sudah di bubukkan bersama dengan 50 gr tanaman krokot dalam air secukupnya. Setelah matang saring dan minumkan sebanyak 3 kali sehari.


4. Demam pada Bayi


Menurut penelitian kacang hijau merupakan penurun demam terbaik bila di bandingkan dengan ramuan tradisional lainya. Caranya dengan memberikan 1 gelas air rebusan kacang hijau di campur dengan 1 sendok makan madu pada bayi.


5. Bisul


Untuk mengobati penyakit bisul yang belum matang, rebus 50 gr kacang merah kecil, 50 gr kacang hijau, 50 gr kacang hitam, 2 ruas jahe. Semua bahan direbus kecuali jahe, jahe direbus tersendiri dan air rebusan jahe di campurkan dengan air rebusan kacang -kacangan. minum ramuan ini secara teratur, dan untuk bisul yang sudah matang ramuan di tambahkan dengan madu.

Rabu, 23 Oktober 2013

Versi Teks Naruto Chapter 652

Versi Teks Naruto Chapter 652

 

Sebelumnya : Naruto Chapter 651

Serangan kombinasi antara Naruto dan teman-temannya tak hanya mampu menembus tubuh Obito, melainkan juga mampu membebaskan Bijuu-Bijuu di dalam diri Obito. Chakra-chakra bijuu mulai dari ekor satu sampai sembilan tampak keluar, melesat dari punggung Obito.

"Tepat seperti dugaanku!!" ucap Kurama dalam diri Naruto. "Dengan menggunakan chakra yang kau terima dari para bijuu yang lain, kau mampu menarik keluar chakra Bijuu dari tubuh lelaki itu dengan satu serangan."

"Yah!" seru Naruto di alam bawah sadarnya.

"Ini tak akan pernah terjadi kalau saja para Bijuu tak menyukainya dan memberinya chakra mereka.." pikir Kurama. "Naruto, kau benar-benar.."

Naruto Chapter 652



"Sekarang!!" seru Naruto di medan perang. Bersamaan dengan chakra-chakra bijuu yang keluar dari tubuh Obito, Naruto lewat ekor Kyuubi juga memunculkan chakra-chakra bijuu yang dimilikinya.

"Kau tahu apa yang harus kau lakukan Naruto, gunakan hentakan perang ini!! tarik chakra bijuunya!!" teriak Kurama dalam diri Naruto. "Yah!!" Naruto mengerti.

Chakra yang Naruto keluarkan dan chakra yang keluar dari tubuh Obito saling hantam dan mulai menyatu. Namun, Naruto tak punya chakra Ichibi dan Hachibi. "Sial, Ichibi da Hachibi tak bisa karena dia tak memiliki chakranya.." ucap Kurama.

"Ichibi sebelumnya memiliki hubungan denganku, aku akan coba melakukannya!!" ucap Gaara. "Gaara!??"

Lalu dengan pasirnya, Gaara mencengkram chakra Ichibi yang keluar dari tubuh Obito. "Ayolah, Shukaku!!" doa Gaara dalam hati.

Di sisi Killer Bee.. "Titik lemahmu akhirnya ketahuan juga, aku akan mengurus chakra Hatsan sendiri!!" ucap Killer Bee. Lalu, ia pun menggunakan tentakel-tentakel ekor delapannya untuk mencengkram chakra Hachibi yang keluar dari tubuh Obito.

"Paman Bee!!"

"Maju, sangat sampai lepas Bee!!" teriak Hachibi dalam diri Bee. "Heh.." Kurama tampak tersenyum. Sementara itu, rekan-rekan Naruto yang sebelumnya berada di ekor Naruto tampak telah melompat kembali ke medan perang.

"Tarik chakranya!!" teriak Kurama terus. "Kalau kau bisa melakukannya, yang tersisa darinya hanyalah wadah dari Juubi, dan bunga dari pohon besar itu tak akan mekar!!"

"Gh!!!" tampak Obito dalam keadaan terdesak. Dan benar, secara perlahan bunga raksasa yang harusnya telah mekar itu berhenti. "Bunganya berhenti.." ucap hokage ketiga. Dalam hati, "Artinya, dia tak bisa mengendalikan pohonnya lagi.. dengan kata lain, semuanya.."

Di sisi Shikamaru, ia lewat Ino menyampaikan pesannya pada para shinobi. "Au pernah berkata kalau bahkan kekuatan yng kecilpun bisa berguna kalau digunakan dengan baik.. sekaranglah waktunya! Kekuatan kalian akan mengubah dunia ini, dengarkan aku!!"

Sementara itu, tarik menarik chakra masih terjadi antara Obito dan Naruto. Dan sekilas, bayangan apa yang Obito alami di masa lalu terlintas di benak Naruto.

"Karena chakramu dan ia terhubung, ingatannya jadi melintas ke pikiranmu!! jangan sampai itu mempengaruhimu!!" ucap Kurama.

"Jangan meremehkan kekuatan jinchuriki Juubi!! kekuatannya setara dengan Rikudo Sennin!!" teriak Obito.

"Ukhh.." Naruto tampak mulai kewalahan. Namun tiba-tiba, graab!! tangan dari Susano'o Sasuke membantunya menarik. "Tarik, Naruto!" ucap Sasuke. Dan ketika Naruto menghadap ke belakang, ternyata tak hanya Sasuke, teman-teman Naruto yang lain juga ikut membantu.

"Naruto, tadi kau meminta kami untuk meminjamkan tenaga kami, jadi kami akan melakukannya!!" ucap Kiba, yang juga ikut membantu bersama dengan Shikamaru, Shino, Hinata, dan yang lainnya. "Semuanya.."

"Bukan cuma itu.." ucap Shikamaru, dan whusss, tampak seluruh shinobi juga sudah siap untuk membantu.

"Semuanya, tarik chakraku!!" teriak Minato, ia menarik cahkra Naruto dan kemudian menjulurkan memanjang beberapa tali chakra untuk ditarik oleh para shinobi. Semuanya ikut membantu.

"Baiklah!! ayo kita lakukan bersama-sama!!!!" teriak Naruto, Obito semakin terdesak. "Huoooooo!!!!!!!" para shinobi yang jumlahnya puluhan ribu itu ditambah dengan chakra Naruto yang masih melapisi mereka ikut membantu tarik menarik chakra melawan Obito.

Obito semakin terdesak. Dalam hati, di alam bawah sadarnya, Obito merasa sendirian, tak seorang pun berada di pihaknya. Sementara di sisi Naruto, semua orang mendukungnya. Obito ingin bisa berada di posisi Naruto sekarang, bersama dengan yang lainnya.

"Aku.. aku.. menyesali semua ini?"

Dalam imajinasinya Obito bersama dengan kakashi, Naruto, Sasuke, dan yang lainnya, mereka semua tersenyum dan menikmati semuanya, dengan Obito sebagai hokage.

"Kau bilang kalau kau bukan siapa-siapa dan tak ingin menjadi siapapun.."

"!??" Obito kaget, Naruto tiba-tiba saja muncul di alam bawah sadarnya. "Berhenti, jangan masuk ke dalam pikiranku!!" ucap Obito.

"Tapi sebenarnya.." Naruto tetap melanjutkan kata-katanya, "Kau ingin menjadi seorang hokage, sama sepertiku.."

"Kalau saja semuanya berjalan berbeda, mungkin aku akan mencarimu.. karena aku juga ingin menjadi hokage.." ucap Naruto.

"Aku sudah muak dengan masa lalu, waktu itu aku terlalu naif." ucap Obito. "Semua ini.."

"Lalu kenapa aku bisa melihatnya?" tanya Naruto. "Tak ada gunanya menyembunyikannya lagi, kau adalah teman guru Kakashi, murid ayahku, keluarga Sasuke, senior dengan mimpi yang sama denganku, juga seorang shinobi konoha.."

"Lalu kenapa? apa yang kau inginkan dariku!?"

"Kau Obito Uchiha! Aku akan membuka topeng wajahmu itu!!" ucap Naruto.

Bersambung ke Naruto Chapter 653

Versi Teks Naruto Chapter 651

Versi Teks Naruto Chapter 651


Naruto Chapter 651 - Sesuatu yang Diisi


Kekuatan mereka saling menyatu, Kyuubi Naruto dan Susano'o Sasuke bergabung hingga membentuk kekuatan baru. "Susano'onya.." Juugo kaget, begitu pula dengan Naruto. "Bukankah ini terasa sama seperti apa yang Madara lakukan di masa lalu??" ucap Sasuke.

"Itu adalah.." tampak Hashirama juga kaget. Chakra Kyuubi Naruto kini telah dilapisi oleh armor dari Susano'o, dengan Naruto dan Kyuubi berada di puncak mereka. "!!" Kakashi yang berada di dimensi lain juga kaget. Seolah bisa melihat apa yang Obito lihat, Kakashi berkata, "Ini.. Naruto dan Sasuke!?"



Shaaaashh!!!! Obito dengan kekuatan benda hitamnya menciptakan pedang besar panjang berbentuk rangkaian DNA. "Tak peduli apa yang kalian lakukan, tak akan ada yang berubah!!" ucapnya. "Coba lihat di atas kalian, apa yang bisa kalian lihat dari lubang itu?? Bulan.. sudah hampir waktunya untuk pergi ke dunia mimpi.."

Dari dimensi lain, Kakashi terus melihat apa yang Obito lihat. "Aku bisa melihat apa yang Obito lihat.. dan mendengar suaranya.." pikir Kakashi. "Apa kami terhubung??"

"Mimpi bulan akan memenuhi lubang neraka ini.. waktunya sudah hampir tiba!!" ucap Obito lagi.

Kembali ke sisi Kakashi, ia teringat akan kata-kata Obito waktu itu, ketika Obito memperlihatkan dada kirinya yang berlubang. "Lihat, tak ada apapun di dalam hatiku!! aku bahkan tak merasakan rasa sakit lagi!! kenyataan itu kejam.. lubang ini terus saja membesar.. bagaimana bisa aku mengisi lubang ini di dunia yang seperti ini!??"

"Obito.."

Kembali ke Obito..

"Pedang ini adalah pedang Nunoboko, pedang suci yang dimiliki oleh Rikudo Sennin.. kalian tak akan bisa menang melawanku!! perasaannya yang kuat juga ada di dalamnya, ini adalah pedang jiwa.. Rikudo Sennin menciptakan dunia menggunakan pedang ini.." jelas Obito. "Dan aku akan menghancurkannya dengan pedang yang sama!!!"

"Hei, itu.."
"Ya.."
"Tenten, itu.."
"Ya, ayo maju, Lee!!"
"Dia memanggil kita!" ucap Shikamaru.

"Sasuke, kita harus fokus pada satu serangan, hanya akan ada pembukaan yang sangat kecil, kita tak boleh melewatkannya!!" ucap Naruto.

Creak... perlahan di sembilan ekor Kyuubi yang berupa chakra, di dalamnya, terbentuk suatu rasengan.

"Obito.." Kakashi terus melihat apa yang Obito lihat. "Meskipun mereka menganggapnya seperti orang bodoh.. ketika seseorang melihat orang yang mencoba lebih keras dari orang lain.. mereka akan meminjamkan tangan mereka.. itu karena mereka sadar kalau mereka bisa mengisi lubang di hati orang lain.."

Whusss...
Sembilan teman satu angkatan Naruto..
Lee, Tenten, Sai, Chouji, Shikamaru, Ino, Hinata, Shino, dan Kiba melesat masuk ke dalam chakra ekor Kyuubi..

Di sana, seolah mendapat chakra seperti Naruto, juubah mode Kyuubi tiba-tiba menyelimuti tubuh mereka.. Dan dengan itu, mereka mengendalikan rasengan di hadapan mereka..

"Aku serahkan rasengannya pada kalian, gunakan itu untuk menghancurkan prisainya!!" ucap Naruto.

"Ini.."
"Bisakah aku melakukannya!?"

Kembali ke Kakashi..
"Dan ia yang hatinya telah diisi oleh teman-temannya..
adalah orang yang kuat!!"

"Ayo maju semuanya!!" dukung Sakura yang masih bersama dengan Tsunade.

Dengan sembilan rasengan itu, prisai hitam Obito diserang. Lalu dengan pedang dari armor Susano'o, itu ditembus.

Serangan sengit saling beradu. Dan di tengah detik-detik akhir tersebut, kilasan imajinasi mendadak muncul di benak Obito. Obito berada di makam bersama dengan Kakashi, meratapi kematian Rin. Sesaat ia bersedih, namun kemudian rekan-rekannya muncul dan memberi ia semangat.

Obito hidup dengan damai di desa, hingga akhirnya ia menjadi Hokage, dan wajahnya dipahat di bukit batu.

"Kenapa..
aku berimajinasi seperti ini?"

Batsss!!! Obito sadar dan serangannya telah benar-benar ditembus. Pedang kebanggaannya berhasil diberantas serangan gabungan Naruto dan yang lainnya, dilanjutkan dengan tubuhnya yang juga berhasil ditembus serangan yang sama.

Rabu, 09 Oktober 2013

NARUTO CHAPTER 650 VERSI TEKS



>>>>[[ NARUTO CHAPTER 650 VERSI TEKS ]]<<<<



Ninja 1: (mengangkat tangannya) "Jangan takut!!! Ayo majuuu!!"

(Chapter diawali dengan Ninja aliansi dengan semangat yang menggebu-gebu untuk meju menyerang. Mereka dipimpin oleh ke-5 Kage. Ya, terlihat Gaara, Mei, A dan Bee, Oonoki Tsunade, mereka memimpin pasukannya masing-masing untuk maju menyerang Shinju.)

Klon Hashirama: (memimpin pasukannya sendiri) "Ayo tebang pohon itu!!!!"

SFX: Slash!
(Tak mau ketinggalan, Mifune bersama pendekar pedang bawahannya langsung beraksi, mereka menebangi akar-akar Shinju)
Mifune: (memegang pedangnya) "Samurai juga tak mau ketinggalan!!"

(Scene berpindah ke tempat Tobirama dan Minato)
Tobirama: (disebelah Minato) "Yondaime, biarkan aku memanfaatkan koneksi chakra antara kamu dan Naruto. Aku tak bisa melakukan semuanya sekaligus sepertimu, tapi aku akan membantu semua ninja dengan Shunshin no Jutsu milikku."

(Terlihat juga Hiruzen, Oro, Karin dan Suigetsu didekat mereka)
Hiruzen: (moleh ke Oro) "Orochimaru, apa kau cuma mau menonton?"

Orochimaru: "Aku tak tertarik dengan perang ini"

Hiruzen: "...."



Orochimaru: "Tapi meski begitu... mengenai rencana dan mimpi Obito itu, kalau itu terjadi berarti semua percobaanku akan gagal... Aku tak bisa terima itu."

Hiruzen: "Kalau begitu... Bantulah kami..."

SFX: Swooosshh!!
(Muncul sebuah akar yang hendak menusuk mengarah ke Hiruzen)

Orochimaru: "Baiklah... Mari kita kenang masa lalu saat...."

SFX: Syyuuuuuttt!
(Akar besar itu ditahannya oleh Orochimaru menggunakan tangan ularnya)

Suigetsu: "Uwwaahhhh!!"

SFX: Loncat!! Brraakkk!!!
(Hiruzen melompat, akar yang panjang tadi langsung di potongnya menggunakan tongkatnya)

Orochimaru: "...saat aku masih menjadi muridmu."

(Melihat hal itu, Obito nampaknya tak mau hanya bertahan)
Obito: "[Mungkin aku harus mencobanya menjadi bentuk penyerangan]"

Ninja Aliansi: "??!!!"

(Akar-akar yang muncul itu bertransformasi menjadi bentuk Naga, sekarang tak hanya bisa menyerap chakra, nampaknya akr itu bisa melukai)

SFX: Braakkk!!!
(Akar Naga itu menyerang dua orang Ninja, saat naga itu menghantam mereka tiba-tiba secara tidak sadar mereka berpindah ke tempat didekat Kunai Khas Minato yang tertancap di tanah)
2 Ninja: "!???"

(Ternayata itu adalah ulah Tobirama yang memindahkan mereka menggunakan Shunshin no Jutsu, seperti yang dikatakan sebelumnya dia bisa melakukannya dengan koneksi chakra antara Minato dan Naruto)
Tobirama: (bicara melalui Shintenshin) "Aku akan mengurus yang sedang dalam keadaan bahaya dengan Shunshin no Jutsu milikku. Jangan ragu, maju terus!!"

(Scene kembali berganti, kini terlihat Sakura bersebelahan dengan Tsunade yang sedang dalam mode Byakugou hendak mengeluarkan Jutsunya)

Tsunade: (mengoleskan darah di telapak tangannya) "Jika kita menggunakan Byakugou bersama-sama... Kemungkinan kita bisa mensumon 1 sampai 10 Katsuyu besar dari hutan Shikkotsu! Hanya dengan berdiri diatas- nya (Katsuyu), maka mereka akan bisa disembuhkan dengan kata lain kita buat Katsuyu menjadi area penyembuhan. Ayo Sakura, ayo kita buat Katsuyu menjadi pijakan Aliansi!"

Sakura: "Baik!!"

Tsunade/Sakura: (menghantamkan telapak tangan ke tanah) "Kuchiyose no Jutsu!!"

SFX: Buuufff!
(Muncul Katsuyu berukuran besar)
Tsunade: (melirik ke belakang) "Ino! Kau sudah memberitahu semuanya?"

Ino: "Sudah!"

(Terlihat Katsuyu besar itu meleleh dan terus meleleh meyusuri tanah)
Ninja 1: "!!"

Ninja 2: "Apa ini... Ini!??"

Ninja 3: "Dengan cara ini, kita masih bisa bertarung meski chakra kita telah diserap!"

(Katsuyu yang meleleh itu kini menjadi pijakan Shinobi aliansi untuk bisa tetap bertarung)
(Scen berpindah ke Naruto dan Sasuke)

(Mereka terus menyerang Obito)
SFX: Slash! Slash!
(Naruto menggunakan Ekor BM sedangkan Sasuke menggunakan Pedang Susano'o untuk menebas-nebas Obito, namun begitu Obito masih bisa terus menghindar dengan melesat-lesat terbang dengan cepat)
Naruto: "[Sial!! Dia cepat sekali! Tapi aku mulai bisa merasakan pergerakannya]"

Naruto: "Disana!"

(Naruto dan Sasuke menyerang lagi, namun lagi-lagi Obito menangkisnya dengan benda Hitam miliknya)

Sasuke: (didalam Susano'o) "!!"

Obito: "Sudah hampir tiba waktunya untuk tertidur. Aku akan membawa kalian kedalam mimpi. Sudah tak ada waktu lagi"

Naruto: (didalam KBM) "!!"

SFX: Srraakkk!!
(Secepat kilat Obito membentuk benda hitam yang ada ditangannya itu membentuk tangan yang besar dan memanjang)

(Naruto BM dan Sasuke Susano'o pun tercengkram oleh Obito)
(Scen pindah, terlihat Kakashi yang masih dalam dimensi Kamui)
Kakashi: (membayangkan muka Obito) "[Obito... jadi kau ingin memastikan bahwa... apapun yang terjadi, disana masih ada Tekad Api yang tak pernah redup dan berubah!]"

(Naruto Bm dan Sasuke Susa'o masih dicengkram dengan erat, mereka mulai kewalahan)
Naruto: "Ugh!"

Sasuke: "Ugh!"

(Kakashi melanjutkan perkataan dalam hatinya)
Kakashi: "[Kau berhasil menyingkirkannya (tekad Api) sekaligus, tapi bertarung dengan Naruto dan masih berusaha mendengarkan kata-katanya... kau mulai sadar, dari lubuk hatimu yang terdalam, sesuatu yang tak dapat kau pungkiri itu sebenarnya masih ada, Obito]"

SFX: Wuuushshh!
(Scene menujukan Obito membawa Naruto dan Sasuke turun hendak dihantamkan ke tanah, Kakashi masih melanjutkan perkataan hatinya)
Kakashi: "Meski begitu dengan waktu yang besamaan, berapa kalipun kau coba untuk mencarinya kembali, memang bagian kecilmu berpikir bahwa itu (Tekad Api) sudah tidak ada. Dan merasa galau dengan dua pikiran itu... Sekarang kau masih mencoba untuk... "

SFX: Brraakkkkk!!!
(Di dunia nyata Obito berhasil menghantamkan Naruto dan Sasuke ke tanah)
Ninja Disekitar: "Uwwaaaahhh!!!" (terlempar)

SFX: Whhuuusshh...
(Debu akiat hantaman itu mulai hilang. Naruto dan Sasuke serta Juugo terlihat terkapar di tanah dengan masing-masing modenya nonaktif alias sudah berada di Mode biasa)
Sasuke: (terlentang di tanah) "Uhh"

Juugo: (mulai berdiri, kesakitan) "...."

Naruto: (mulai jongkok) "Ugh.."

(Sementara itu Kakashi masih melanjutkan perkataannya yang tadi)
Kakashi: "[Sekarang kau masih mencoba untuk... mencari jawaban dari Naruto.]"

SFX: Pant! Pant!
(Naruto yang babak belur dengan masih berada di Mode Sage mulai berdiri, chakra Kyuubinya masih ada sedikit)
Obito: (melihat Naruto) "..."

Obito: (masih merentangkan tangannya) "Kenapa kau mencoba terus berdiri...!? Apa tujuanmu terus bertarung? Demi temanmu? Atau untuk dunia? Dengar... suatu hari nanti temanmu akan menghianatimu, lalu cinta akan menjadi kebencian. Kay seharusnya sudah tahu. Orang-orang di desa dan juga Sasuke sudah menghianatimu. Lalu cinta dari Jiraiya sudah berubah menjadi kebencian bagimu. Kau sama sepertiku. Kebencian terus bertambah lalu kau akan berubah. Dan sekarang... Kepedihan yang lebih banyak sedang menunggumu. Bisakah kau tegaskan lagi kalau kau takkan berubah?"

Sasuke: (masih roboh) "..."

Obito: "Teman-temanmu mungkin akan menghianatimu lagi. Shinobi Aliansi mungkin akan berperang lagi. Lagipula kau itu tidak tahu cara untuk menang melawanku... Sudah tidak ada alasan lagi untuk berjuang demi dunia ini... dunia ini akan berakhir dalam hitungan menit. Jadi kenapa kau masih bertarung?"

Naruto: (sudah berdiri) "Karena inilah jalan ninjaku"

Juugo: (berdiri) "...."

Sasuke: (mulai jongkok) "...."

Naruto: "Aku takkan pernah menarik kata-kataku. Itulah jalan ninjaku."

Obito: "...!"

SFX: Srreekk!
(Naruto dan Sasuke berdiri bersebalahan)
Sasuke: "Ayo selesaikan ini dengan serangan berikutnya, Naruto."

Naruto: "Yosh!"

SFX: Jreenngg!

Menjadi taring yang akan mengembalikan hari esok!!

Naruto: "AKU MAU TIDUR BESOK. AKU BISA MEMIMPIKAN IMPIANKU SENDIRI!!!"

Naruto BijuuMode akhirnya bergabung dengan Susano'o Sasuke

Bersambung ke chapter 651 minggu depan

Senin, 07 Oktober 2013

MITOS SESAT MATEMATIKA

Banyak mitos menyesatkan mengenai matematika. Mitos-mitos salah ini memberi andil besar dalam membuat sebagian masyarakat merasa alergi bahkan tidak menyukai matematika. Akibatnya, mayoritas siswa kita mendapat nilai buruk untuk bidang studi ini, bukan lantaran tidak mampu, melainkan karena sejak awal sudah merasa alergi dan takut sehingga tidak pernah atau malas untuk mempelajari matematika. Meski banyak, namun ada lima mitos sesat yang sudah mengakar dan menciptakan persepsi negatif terhadap matematika.



1). MITOS PERTAMA, MATEMATIKA ADALAH ILMU YANG SANGAT SUKAR SEHINGGA HANYA SEDIKIT ORANG YANG ATAU SISWA DENGAN IQ MINIMAL TERTENTU YANG MAMPU MEMAHAMINYA.
Ini jelas menyesatkan. Meski bukan ilmu yang termudah, matematika sebenarnya merupakan ilmu yang relatif mudah jika dibandingkan dengan ilmu lainnya.
Sebagai contoh, amati perbandingan soal untuk siswa kelas 6 sebuah SD swasta berikut ini.
Soal pertama, Sebutkan 3 tarian khas daerah Kalimantan Tengah dan Soal kedua, Sebuah lingkaran dibagi menjadi tiga buah juring dengan perbandingan masing-masing sudut pusatnya adalah 2 : 3 : 4, maka hitung besar masing-masing sudut pusat juring-juring tersebut. Ternyata, persentase siswa yang menjawab benar soal kedua lebih besar dibandingkan persentase siswa yang menjawab benar soal pertama. Tanpa ingin mengundang perdebatan, contoh di atas menunjukkan, bahwa matematika bukanlah ilmu yang sangat sukar. Soal matematika terasa sulit bagi siswa-siswa kita karena mereka tidak memahami konsep bilangan dan konsep ukuran secara benar semasa di sekolah dasar. Jika konsep bilangan dan ukuran dikuasai, maka pekerjaan menganalisis dan menghitung menjadi hal yang mudah dan menyenangkan.



2). MITOS KEDUA, MATEMATIKA ADALAH ILMU HAFALAN DARI SEKIAN BANYAK RUMUS. 
Mitos ini membuat siswa malas mempelajari matematika dan akhirnya tidak mengerti apa-apa tentang matematika. Padahal, sejatinya matematika bukanlah ilmu menghafal rumus, karena tanpa memahami konsep, rumus yang sudah dihafal tidak akan bermanfaat. Sebagai contoh, ada soal berikut : Benny merakit sebuah mesin 6 jam lebih lama daripada Ahmad. Jika bersama-sama mereka dapat merakit sebuah mesin dalam waktu 4 jam, berapa lama waktu yang diperlukan oleh Ahmad untuk merakit sebuah mesin sendirian?. Seorang yang hafal rumus persamaan kuadrat tidak akan mampu menjawab soal tersebut apabila tidak mampu memodelkan soal tersebut ke dalam bentuk persamaan kuadrat. Sesungguhnya, hanya sedikit rumus matematika yang perlu (tapi tidak harus) dihapal, sedangkan sebagian besar rumus lain tidak perlu dihafal, melainkan cukup dimengerti konsepnya. Salah satu contoh, jika siswa mengerti konsep anatomi bentuk irisan kerucut, maka lebih dari 90 persen rumus-rumus irisan kerucut tidak perlu dihafal.

3). MITOS KETIGA, MATEMATIKA SELALU BERHUBUNGAN DENGAN KECEPATAN MENGHITUNG.
Memang, berhitung adalah bagian tak terpisahkan dari matematika, terutama pada tingkat SD. Tetapi, kemampuan menghitung secara cepat bukanlah hal terpenting dalam matematika. Yang terpenting adalah pemahaman konsep. Melalui pemahaman konsep, kita akan mampu melakukan analisis (penalaran) terhadap permasalahan (soal) untuk kemudian mentransformasikan ke dalam model dan bentuk persamaan matematika. Jika permasalahan (soal) sudah tersaji dalam bentuk persamaan matematika, baru kemampuan menghitung diperlukan. Itu pun bukan sebagai sesuatu yang mutlak, sebab pada saat ini telah banyak beredar alat bantu menghitung seperti kalkulator dan komputer. Jadi, mitos yang lebih tepat adalah matematika selalu berhubungan dengan pemahaman dan penalaran.

4). MITOS KEEMPAT, MATEMATIKA ADALAH ILMU ABSTRAK DAN TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN REALITA.
Mitos ini jelas-jelas salah kaprah, sebab fakta menunjukkan bahwa matematika sangat realistis. Dalam arti, matematika merupakan bentuk analogi dari realita sehari-hari. Contoh paling sederhana adalah solusi dari Leonhard Euler, matematikawan Prancis, terhadap masalah Jembatan Konisberg. Selain itu, hampir di semua sektor, teknologi, ekonomi dan bahkan sosial, matematika berperan secara signifikan. Robot cerdas yang mampu berpikir berisikan program yang disebut sistem pakar (expert system) yang didasarkan kepada konsep Fuzzy Matematika. Hitungan aerodinamis pesawat terbang dan konsep GPS juga dilandaskan kepada konsep model matematika, goneometri, dan kalkulus. Hampir semua teori-teori ekonomi dan perbankan modern diciptakan melalui matematika.

5). MITOS KELIMA MENYEBUTKAN, MATEMATIKA ADALAH ILMU YANG MEMBOSANKAN, KAKU, DAN TIDAK REKREATIF.
Anggapan ini jelas keliru. Meski jawaban (solusi) matematika terasa eksak lantaran solusinya tunggal, tidak berarti matematika kaku dan membosankan. Walau jawaban (solusi) hanya satu (tunggal), cara atau metode menyelesaikan soal matematika sebenarnya boleh bermacam-macam. Sebagai contoh, untuk mencari solusi dari dua buah persamaan, dapat digunakan tiga cara yaitu, metode subtitusi, eliminasi, dan grafik. Contoh lain, untuk membuktikan kebenaran teorema Phytagoras, dapat dipergunakan banyak cara. Bahkan menurut pakar matematika, Bana G. Kartasasmita, hingga saat ini sudah ada 17 cara untuk membuktikan teorema Phytagoras. Solusi matematika yang bersifat tunggal menimbulkan kenyamanan karena tegas dan pasti. Selain tidak membosankan, matematika juga rekreatif dan menyenangkan. Albert Einstein, tokoh fisika terbesar abad ke-20, menyatakan bahwa matematika adalah senjata utama dirinya dalam merumuskan konsep relativitasnya yang sangat terkenal tersebut. Menurut Einstein, dia menyukai matematika ketika pamannya menjelaskan bahwa prosedur kerja matematika mirip dengan cara kerja detektif, sebuah lakon yang sangat disukainya sejak kecil. Memang, cara kerja matematika mirip sebuah games. Mula-mula kita harus mengidentifikasi variabel-variabel atau parameter-parameter yang ada melalui atributnya masing-masing. Setelah itu, laksanakan operasi di antara variabel dan parameter tersebut. Yang paling menyenangkan, dalam melakukan operasi kita dibebaskan melakukan manipulasi (trik) semau kita agar sampai kepada solusi yang diharapkan. Kebebasan melakukan manipulasi dalam operasi matematika inilah yang menantang dan mengundang keasyikan tersendiri, bak sedang dalam permainan atau petualangan. Karena itu, tidak mengherankan jika terkadang kita menjumpai siswa yang asyik menyendiri dengan soal-soal matematikanya. Selain itu, secara intrinsik matematika juga memiliki angka berupa bilangan bulat yang mengandung misteri yang sangat mengasyikkan. Misalnya Anda melakukan operasi perkalian maupun pertambahan terhadap dua bilangan tertentu, maka terkadang akan muncul bilangan yang memiliki bentuk simetri tertentu. Contoh lain, Anda dapat menunjukkan kemahiran menebak dengan tepat angka tertentu yang telah mengalami beberapa operasi. Bagi yang belum memahami matematika, kemampuan Anda menebak angka dianggap sihir, padahal itu merupakan operasi. Matematika adalah ilmu yang mudah dan menyenangkan. Karena itu, siapa pun mampu mempelajarinya dengan baik. Untuk itu, tugas utama kita adalah merobohkan mitos-mitos sesat di sekeliling matematika.

Versi Teks Naruto Chapeter 649

|| 5 Kage telah sampai di Medan Pertempuran ||

"Aku pikir kita tidak perlu menggelar Pertemuan semacam itu lagi..
Apakah aku benar...?" ucap A.
"Memang.." balas Mei Terumi.
"Tentu saja.." sahut Oonoki. "Tapi pertama-tama kita harus memenangkan Pertempuran ini terlebihdahulu!" lanjut si Kakek Tua Oonoki.
"Tsuchikage-sama benar, kita tidak boleh Kalah!" Sambung Gaara.

"Baiklah, mari kita menyebar dan membimbing para Shinobi. Kita lakukan yang terbaik yang kita bisa untuk semuanya. Karena, itulah yang harus kita perbuat para Kage!" ucap tsunade yang memberi aba-aba kepada 4 Kage lainnya.

|| Sementara itu di tempat para Pasukan Aliansi Shinobi ||

"MAJU!!!" Teriak para Shinobi dengan semangat.
Para Shinobi yang kembali ber-mandikan Chakra Kyuubi, mereka semua kompak maju ke garis depan.
Beberapa Shinobi terlihat bersiap dengan Senjata Ninja mereka, dan lainnya fokus untuk merapal segel dan menyiapkan Jutsu.

|| Latar beralih ke Tempat Naruto dan Sasuke ||

Mereka berdua melesat menuju ke arah Obito dan siap melancarkan Serangan, Naruto dengan Kyuubi Senjutsu mulai menembakkan Bijuudama, dan Sasuke yang bermandikan Chakra Kyuubi dengan Susano'o Senjutsu mulai meluncurkan Enton: Kagutsuchi (yang masing-masing Jutsu tersebut juga telah beralirkan Chakra Alam untuk melawan Obito).

BLAASSSTTTTT....

Obito menangkis serangan dari Naruto dan Sasuke dengan Chakra Hitam, dan Obito ternyata berhasil menangkisnya.

"Ini tidak akan menjadi masalah..." ucap Obito dengan percaya diri.
"Gghhhh..." Naruto dan Sasuke tampak Kecewa karena serangan mereka berhasil ditangkis oleh Obito.

"AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN TEMAN-TEMANKU MATI!!"
(dalam benaknya, Naruto teringat akan ucapannya itu..)

"WOOOOOAAAAAHHHH..."
Naruto yang dalam Mode Kyuubi Senjutsu Meraung dengan Keras!

|| Latar beralih ke tempat Sakura dan Chouji dimana mereka sedang menopang tubuh Shikamaru yang sekarat ||

POOOPP...POOOP...
(Tiba-tiba jari-jari Shikamaru bergerak..)

"I-ini..?!" ucap Sakura yang tampak kaget dan kebingungan.
(lalu kemudian Sakura berbalik ke belakang.. Sakura melihat para Shinobi yang bermandikan Chakra Kyuubi dari Naruto.)
"Naruto....
Masih membantu temannya pulih bahkan saat keadaan genting sekalipun.
Kau melakukan apa yang harus kau lakukan, tanpa membiarkan kami ikut turun tangan" ucap Sakura dalam Hati Sakura.
Sementara itu para beberapa Shinobi tampak mengelilingi Sakura termasuk Hinata, Shino, dan Kiba.

"Tidak Sakura, Naruto melakukan ini secara tidak sadar." sahut Ino yang mengetahui benak Sakura.
"Keinginannya untuk menyelamatkan Shikamaru begitu kuat, dan itu membuat Chakranya bereaksi sendiri. Aku dapat menimpulkannya berkat Jutsu Shintenshin milikku." lanjut Ino.

"Naruto.. Astaga, kau selalu seperti ini. Kau selalu berlebihan. Sudah berapa banyak hal yang kau lakukan, tapi kau masih saja.. Bahkan sejauh ini kau belum pernah mencari Kompromi ketika datang ke Kami." ucap Shikamaru dalam Hati.

"S-shikamaru..." ucap Ino dalam Hati saat mengetahui isi Hati Shikamaru.

"Didepanmu, aku tida pernah mengeluh tentang hal-hal yang menjengkelkan lagi.." lanjut Shikamaru.
(Tiba-tiba Shikamaru teringat akan Ayahnya)
"Maaf Ayah, ternyata Naruto belum ingin aku pergi untuk menyusulmu..." ucap dalam Hati Shikamaru lagi.

"Shikamaru, sudah jangan bicara lagi!!!" ucap marah Sakura yang ternyata juga mengetahui isi pikiran Shikamaru yang terhubung dengannya.
"KAU TIDAK AKAN MATI SHIKAMARU, NARUTO MEMBUTUHKANMU!!!" Seru Sakura kepada Shikamaru.

(Lalu, Shikamaru terbayang akan kehidupan Naruto dahulu yang penuh dengan penderitaan dan rasa sepi yang mendalam..)

"NARUTO TELAH MELALUI BANYAK PENDERITAAN, BEGITU BANYAK, DAN SELALU SENDIRIAN,,
AKU HANYA BISA MENYADARINYA KEMUDIAN..
SEKARANG, AKU TIDAK INGIN DIA MERASA SEPERTI ITU LAGI! ITULAH YANG AKU RASAKAN SEKARANG, AKU INGIN TERUS BERSAMANYA..." ucap Shikamaru dalam pikirannya lagi.

(Kemudian Shikamaru teringat akan percakapannya dengan Ayahnya dulu mengenai sosok Naruto Sobat DNI..)
"Aku katakan sekali lagi, dia akan menjadi Shinobi penting dan berpengaruh bagi desa ini. Ketika aku bersama Naruto, aku merasa seperti aku ingin terus berjalan disisinya.."

Kemudian Hokage Pertama melihat ke arah Shikamaru dan menyadari pikiran Shikamaru..
"Tidak seperti Hokage Pertama, Naruto hanya seorang yang tolol yang tidak memiliki Saudara yang pintar untuk menjadi penasehatnya..." lanjut Shikamaru dalam Pikirannya.

"......" Lalu Hokage Kedua juga mulai menatap ke arah Shikamaru.

"Jadi, aku rasa.. KETIKA IA MENJADI HOKAGE, AKU HARUS TINGGAL BERSAMANYA..." lanjut Shikamaru kembali.

(Tiba-tiba Shikamaru bangkit duduk sambil berkata...)
"Maaf Ayah, sepertinya aku belum bisa menyusulmu... Karena, tidak ada lagi yang bisa menjadi Penasehat Naruto, selain Aku seorang." ucap Shikamaru.

Chouji, Sakura, dan Hokage Kedua yang melihat Shikamaru pulih sangat senang..

"Terimakasih Naruto, dengan Chakra dan Kekuatanmu, kau telah berhasil menyelamatkan Dia.." ucap senang Sakura dalam Hati.
"Benar, kita sudah lama menanti..." lanjut Sai.
"Terimakasih Sakura.. Terimakasih juga, Naruto...." ucap Gembira Ino.

"Hey, jangan terburu-buru Shikamaru, aku akan menjadi sainganmu dalam menjadi Penasehat Naruto..."
"Guuukkk.." ucap Kiba dan Akamaru dengan Percaya Diri.

"Tidak perlu khawatir Akamaru, kau tidak perlu memintanya karena kau sudah memiliki 3 Penasehat..." ucap Shino.
"Guuukkk..." balas Akamaru.

"Aku juga ingin ada di sisi Naruto, aku akan melakukan yang terbaik..." ucap dalam Hati Hinata.

"Shikamaru!!!" Chouji yang senang langsung memeluk Shikamaru.
"Aw...aw.. Sakit Chouji..." ternyata pelukan Chouji itu membuat Sakit Shikamaru Sobat DNI. :'D

TAP...
PLUUUKK...
(Tiba-tiba Tsunade datang dan memegang Dahi Shikamaru...)
"Tsunade-sama..." Kaget Sakura.

PAT..
"Kerja yang bagus Sakura...." Tasunade juga menepuk Dahi Sakura.

"Maafkan aku kakek..." kata Tsunade kepada Kakeknya.
"Tidak perlu meminta maaf Tsuna.." balas Hashirama.

"Aku membawa masalah kepada cucu-cucuku, akulah yang sangat bersalah disini..." ucap Hashirama dengan ekspresi Sedih.
"Tetapi, impianmu juga berlanjut kepada cucu-cucumu dan akan terus berlanjut! Ya, itu memang benar..." balas Tsunade.

Sementara itu, Naruto masih semangat dan terus menyerang Obito.

"Itulah yang dinamakan Tekad Api!!" lanjut Tsunade.

"Baiklah, selagi dia bersenang-senang dalam pertarungannya, ayo kita jatuhkan Pohon itu!" Seru Hashirama.
"Sangat besar, tapi sungguh tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Bumi yang kita injak ini." ucap Oonoki yang baru melihat Pohon Dewa itu.

"Ingatlah, bahwa Bumi kita adalah Sekutu kita!!" seru Oonoki kepada semuanya.

"Seorang SHinobi tak boleh menundukkan Kepala semudah itu. Seorang Shinobi hanya menghormati tindakan dan kekuatan." tiba-tiba saja A teringat akan ucapannya itu kepada Naruto saat Naruto memohon kepadanya.

"Mereka yang menjadi Hokage sepertinya cenderung mudah untuk menundukkan kepalanya, kurasa itu juga bisa dibilang sebagai tindakan dan kekuatan..." ucap A dalam Hati.

"Saatnya kita BERAKSI!!!" teriak A dengan semangat.
"Yeaahh, sudah lama kita tidak melakukan Kombinasi Lariat..." sahut Bee yang ada di belakang A.

"Sebagai seorang Wanita, terlambat untuk ikut berjuang di dalam peperangan merupakan Kecerobohan." ucap Mei Terumi.
"Anak-anak, mari beraksi!!" Seru Mei kepada Shinobi yang ada disekitarnya.
"Yeeaaahhh..." jawab beberapa Shinobi itu.

"Naruto, kau sudah menjadi Orang yang sangat diperlukan di Dunia ini. Dan hal itulah yang patut kami perjuangkan, dan sekarang kami akan menyelamatkan dunia ini, Naruto..." ucap dalam benak Gaara.
"Ayo semua, ikuti aku..." seru Gaara kepada beberapa Shinobi yang ada disekitarnya.
"Yoosshhh, kami siap..." sahut beberapa Shinobi tersebut.

|| Latar beralih ke Tempat Kakashi yang berada di Dimensi Kamui ||

CLACCKK...
(Kakashi membuka Masker yang menutupi Matanya..)

"Baiklah, kurasa sekarang aku sudah siap...." ucap Kakashi.

Namun, ada hal yang mengejutkan pada Mata Kiri Kakashi.
Sharingan pada mata kiri Kakashi sudah tidak ada lagi.
(Kakashi seperti sudah mempersiapkan sesuatu Sobat DNI... Apakah itu??)

|| Latar beralih ke Medan Perang kembali ||








"Masa Muda kita takkan pernah Berakhir!!! Ayo Lee, Tenten..." seru Guy kepada Muridnya.
"Baik Guru..." sahut Lee dan Tenten.

"MASA LALU TELAH MASUK KEPADA SETIAP JIWA SHINOBI...
UZUMAKI NARUTO, SEKARANG KAU TELAH MENYATUKAN SEMUANYA, KEHIDUPANMU MUNGKIN JAUH DARI KATA SEMPURNA, TAPI ITULAH YANG MEMBENTUK DIRIMU YANG SEKARANG.
KAU AKAN MENJADI CONTOH DAN TELADAN UNTUK SEMUA ORANG AGAR MENEMPATKAN HARAPAN DAN IMPIAN KEPADA DIRI DAN JIWA MASING-MASING." ucap Hashirama dalam Hati.

"DAN DENGAN SELURUH KEKUATAN INI..."

"MARI KITA KEJAR HARAPAN DAN IMPIAN KITA!!! AYO MAJU SEMUANYA!!!" seru Hahsirama Senju kepada semuanya.

MEREKA KINI MULAI MENGGENGGAM HARAPAN YANG BARU SEIRING DENGAN DATANGNYA KEKUATAN BARU, MAKA TIDAK MENJADI MUSTAHIL HARAPAN ITU AKAN TERWUJUD.

*** Bersambung ke Naruto Chapter 650 ***