Sabtu, 15 Februari 2014

Fungsi Fungsi Manajemen



Ada 4 fungsi utama dalam manajemen:
1. Perencanaan (Planning),
2. Pengorganisasian (Organizing),
3. Pengarahan (Actuating/Directing),
4. Pengawasan (Controlling)

Fungsi Perencanaan
Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain—pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan—tak akan dapat berjalan.

Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan  suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.

Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan :
- Menetapkan tujuan dan target bisnis
- Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut
- Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
- Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis.

Fungsi Pengorganisasian
Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.
Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian :
- Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan
- Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab
- Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja
- Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat
Fungsi Pengarahan dan Implementasi
Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.
Kegiatan dalam Fungsi Pengarahan dan Implementasi :
-  Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja    secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan
-  Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan
-  Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan

Fungsi Pengawasan dan Pengendalian
Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.
Kegiatan dalam Fungsi Pengawasan dan Pengendalian :
- Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan
-  Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan
-  Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis
                        

Cara Dapat Pulsa gratis Terbaru 2014

Dapatkan pulsa gratis dari
Candy Indonesia !
hanya dengan mengerjakan misi-misinya.
Daftar di :
             disini
1. Masukan No.Hp
2.Tunggu ada sms
3. Masukkan kode konfirmasi dari sms tersebut
4. Lalu masukkan SUREL (Email)

ini bukanlah penipuan , hanya dengan mengerjakan misi kita akan dapatkan pulsa minimal Rp.10000. dan jaminan pulsa tidak akan di sedot, ini sama seperti mcent cuma kita disediakan misi jadi mudah untuk mendapatkan pulsa.

Ayo buruan daftar dan dapatkan pulsanya sekarang juga !!!

baukti pembayaran id candy


Jumat, 14 Februari 2014

Defenisi Sampah Dan Jenis-Jenisnya




Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”. (Kamus Istilah Lingkungan, 1994). “Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996). “Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula”. (Tandjung, Dr. M.Sc., 1982) “Sampah adalah sumberdaya yang tidak siap pakai.” (Radyastuti, W. Prof. Ir, 1996).


Jenis Sampah
Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan sebagai:
1. Sampah Organik

Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun.

2. Sampah Anorganik

Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.

Tumbuh Kembang Anak Usia Infant



Istilah tumbuh kembang anak meliputi dua peristiwa yakni tumbuh dan kembang. Pertumbuhan (growt) berarti suatu proses perubahan sel atau jaringan yang meliputi, meliputi perubahan ukuran, ukuran panjang, umur, dan keseimbangan metabolik. Perkembangan (development) berarti suatu proses menuju pendewasaan, yang meliputi diferensiasi sel-sel tubuh, jaringan tubuh,organ dan sistem organ.Faktor- faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang antara lai

·            Faktor genetik
Melalui instruksi genetikyang terdapat dalam sel telur yang telah dibuahi dapat ditentukan kualitas dan kuantitasnya. Inilah yang merupakan gen yang dibawah sejak lahir dari kedua orang tuanya.
·         Faktor lingkungan
Faktor ini adalah faktor dari luar yang turut mempengaruhi pertumbuhan anak. Secara garis besar, masih dapat dibagi kedalam beberapa faktor, yakni:
§  Faktor yang mempengaruhi anak sejak dalam kandungan (faktor prenatal)
§  Faktor yang mempengaruhi anak setelah lahir (faktor post natal)
Faktor lingkungan pranatal
v  Gizi ibu pada waktu hamil
Gizi yang dikonsumsi ibu pada saat hamil, sangan mempengaruhi BB anak pada saat lahir. Jika kebutuhan gizi ibu hamil pada saat sedang mengandung maka akan sangat berpengaruh pada bayi yang akan dilahirkan kelek. Hal tersebut biasanya mengakibatkan BBLR (berat badan lahir rendah),  cacat bawaan, pertumbuhan otak janin, anemia, infeksi,dll. Oleh karena itu, gizi pada ibu hamil sangat bermanfaat, agar tidak terjadi lingkaran setan bagi generasi berikutnya.
v  Mekanis
Trauma dan cairan ketuban yang kurang dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi yang dilahirkan. Demikian juga posisi janin pada uterus dapat menyebabkan talipes, dislokasi panggul, tortikolis kongenital, palsi fasisalis, atau kranio tabes.
v  Toksin/zat kimia
Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap zat-zat teratogen. Demikian pula dengan ibu hamil yang perokokberat/peminum rokok kronis sering melahirkan BBLR lahir mati, cacat atau retardasi mental. Keracunan logam berat pada ibu hamil, misalnya karena makan ikan yang terkontaminasi merkuri dapat menyebabkan mikrosefali dan palsi serebralis.
v  Endokrin
Hormon- hormon yang mungkin berperan dalam pertumbuhan janin antara lain: somatotrof, hormon plasenta, tiroid, insulin.
Somatotrof  disekresikan oleh kelenjar hipofisi janin sekitar minggu ke-9. Dan meningkat sampai minggu ke-20.
Hormon plasenta, disekresikan oleh plasenta ibu dan tidak dapat masuk ke janin. Kegunaanya untuk memberi nutrisi pada janin.
Hormon tiroid, sudah diproduksikan oleh janin pada minggu ke-12, dan kadar hormon akan makin meningkat sampai minggu ke-24, lalu konstan. Perannya belum jelas, akan tetapi jika terjadi defisiensi hormon tersebut, dapat terjadi gangguan pada SSP yang dapat menimbulkan retardasi mental.
Insulin mulai diproduksi janin pada minggu ke-11, lalu meningkat sampai bulan ke-6 dan kemudian konstan. Berfungsi untuk pertumbuhan janin melalui pengaturan keseimbangan glikosa darah, sintesis protein janin, dan pengaruhnya pada pembesaran sel sesudah minggu ke-30.
Cacat bawaan sering terjadi pada ibu diabetas yang hamil dan tidak mendapat pengobatan pada trimester I kehamilan, umur ibu kurang dari 18 tahun/lebih dari 35 tahun, defisiensi yodium pada waktu hamil, dll.
v  Radiasi
Radiasi pada janin sebelum umur 18 minggu dapat menyebabkan kematian janin, kerusakan otak, mikrosefali, atau cacat bawaat lainnya. Misalnya pada peristiwa herosima, nagasaki. Sedangkan efek radiasi pada orang laki-laki, dapat mengakibatkan cacat bawaat pada bayi.
v  Infeksi
Infeksi intrauterin yang sering menyebabkan cacat bawaan adalah TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes, Simple). Sedangkan infeksi lainnya  yang juga dapat menyebabkan penyakit adalah varisela, cacar, polio, campak, influensa, dll.
v  Stres
Stres yang sedang dialami ibu pada saat hmil dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin, antara lain cacat bawaan, kelainan kejiwaan,dll.
v  Imunitas
Resus atau ABO inkontabilitas sering menyebabkan abortus.
v  Anoksia embrio
Menurunnya oksigen janin melalui gangguan pada plasenta atau tali pusat menyebabkan BBLR.
Faktor lingkungan post natal
v  Ras/suku bangsa
Bangsa kulit putih ras Eropah mempunyai pertumbuhan somatik lebih tinggi dari pada bangsa Asia.
v  Jenis kelamin
Dikatakan anak laki-laki lebih sering sakit dibanding anak perempuan, tetapi belum diketahui secara pasti apa penyebabnnya.
v  Umur
Umur yang paling rawan adalah umur balita, oleh karena pada masa itu anak mudah sakit  dan mudah terjadi kurfang gizi. Disamping itu masa balita merupakan dasar pembentukan karakter anak. Sehingga diperlukan perhatian khusus.
v  Gizi
Makanan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak, dimanan kebutuhan anak berbeda dengan orang dewasa, karena makanan bagi anak dibutuhkan juga untuk pertumbuhan, dimana dikpengaruhi oleh ketahanan makanan keluarga. Satu aspek yang penting ditambahkan adalah keamanan pangan yang mencakup pembebasan makanan dari “racun” fisika, kimia dan biologis, yang kian mengancam kesehatan manusia.
v  Perawatan kesehatan
Perawatan secara teratur, tidak hanya pada saat anak sakit akan tetapi jika anak dalam keadaan sehat secara rutin tiap bulan untuk menunjang tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, pemanfaatan pelayanan kesehatan dianjurkan untuk dilakukan secara komprehensif, yang mencakup aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
v  Kepekaan terhadap penyakit
Dengan memberikan imunisasi, maka diharapkan anak akan terhindar dari penyakit yang sering menyebabkan cacat dan kematian.
v  Penyakit kronis
Anak yang menderita penyakit menahun akan terganggu tumbuh kembangnya dan pendidikannya, disamping itu, anak jugamengalami stres yang berkepanjangan akibat dari penyakitnya.
v  Fungsi metabolisme
Khusus pada anak, karena adanya perbedaan yang mendasar dalam proses metabolisme pada berbagai umur, maka kebutuhan akan berbagai nutrien hurus didasarkan atas perhitungan yang tepat.
v  Hormon
Pertumbuhan kadar hormon sejak janin hingga lahir pun sangat berpengaruh atas tumbuh kembang anak, antara lain:
·         Somatotrofin
·         Hormon tiroid
·         Glukokortikoroid
·         Hormon seks
·         Insulin
Faktor fisik
v  Cuaca, musim, keadaan geografis suatu daerah
Musim kemarau yang panjang, dapat berdampak pada tumbuh kembang anak.
Antara lain sebagai akibat gagalnya panen, sehingga banyak anak yang kurang gizi. Demikian pula dengan gondok endemik yang banyak ditemukan pada daerah pegunungan dimana air tanahnya kurang mengandung yodium.
v  Sanitasi
Sanitasi lingkungan memiliki peran yang cukup dominan dalam penyediaan lingkungan yang mendukung kesehatan anak dan tumbuh kembangnya. Kebersihan perorangan maupun lingkungan memegang peranan penting dalam timbulnya penyakit. Akibat dari kebersihan dari kebersihan yang kurang, maka anak akan sering sakit, misalnya : diare, cacingan, tyfus abdominalis, hepatitis, malarya, demam berdarah, dan sebagainya.
Demikian pula dengan polusi udara baik yang berasal dari pabrik, asap kendaraan/ asap rokok, dapat berpengaruh terhadap tingginya angka kejadian ISPA.
v  Keadaan rumah:Struktur bangunan, ventilasi, cahaya, dan kepadatan hunian
Keadaan perumahan yang layak dengan konstruksi bangunan yang tidak membahayakan penghuninya, serta tidak penuh sesak akan menjamin kesehatan penghuninya.
v  Radiasi
Tumbuh kembang anak dapat terganggu akibat adanya radiasi yang tinggi.

Faktor psikososial antara lain:
a.      Stimulasi
Stimulasi merupakan hal yang penting dalam tumbuh kembang anak. Ank yang mendapat stimulasi yang terarah dan teratur akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang / tidak mendapat stimulasi.
b.      Motivasi belajar
Motivasi belajar dapat ditimbulkan sejak dini, dengan memberikan lingkungan yang kondusif untuk belajar, misalnya adanya sekolah yang tidak terlalu jauh, buku-buku, suasana yang tenag serta sarana lainnya.
c.       Ganjaran ataupun hukuman yang wajar
Kalau anaka berbuat benar, maka wajib kita memberi ganjaran, misalnya pujian, ciuman, belaian, tepuk tangan dan sebagainya. Ganjaran tersebut akan menimbulkan motivasi yang kuat bagi anak untuk mengulangi tingkah lakunya. Sedangkan menhukum dengan cara-cara yang wajar  kalau anak berbuat salah, masih dibenarkan. Yang penting hukuman harus diberikan secara obyektif, disertai pengertian dan maksud dari hukuman tersebut, bukan hukuman untuk melampiaskan kebencian dan kejengkelan terhadap[ anak. Sehingga anak tahu mana yang baik dan yang tidak baik, akibatnya akan menimbulkan rasa percaya diri kepada anak yang penting untuk perkembangan kepribadian anak kelak kemudian hari.
d.      Kelompok sebaya
Untuk proses sosialisasi dengan lingkungannya anak memerlukan teman sebaya tetapi perhatian kepada orang tua tetap dibutuhkan untuk memantau dengan siapa anak tersebut bergaul khusus nya bagi remaja, aspek lingkungan teman sebaya menjadi sangat penting dengan makin meningkatnya kasus-kasus penyalagunaan obat-obat dan narkotika.
e.      Stress
Sterss pada anak juga berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya, misalnya anak akan menarik diri, rendah diri, terlamabat bicara, nafsu makan menurun, dan lain lain
f.        Sekolah
Dengan adanya wajib belajar 9 tahun sekarang ini diharapkan sekarang ini diharapkan setiap anak mendapatkan kesempatan duduk dibangku sekolah minimal 9 tahun.
g.      Cinta dan kasih sayang
Salah satu hak anak adalah hak untuk dicintai dan dilindungi. Anak memerlukan kasih sayang dan perlakuan adil dari orang tuanya.
h.      Kualitas interaksi anak orang tua
Interaksi timbal balik antara anak dan orang tua, akan menimbulkan keakraban dalam keluarga. Anak akan terbuka kepada orang tuanya, sehingga komunikasi bisa dua arah dan segala permasalahan dapat dipecahkan bersama karena adanya keterdekatan dan kepercayaan antara orang tua dan anak.

Faktor keluarga dan adat istiadat anara lain:
a.      Pekerjaan/ pendapatan keluarga
b.      Pendididkan ayah/ ibu
c.       Jumlah saudara
d.      Jenis kelamin dalam keluarga
e.      Stabilitas rumah tangga
f.        Kepribadian ayah/ibu
g.      Adat istiadat, norma-norma tabu-tabu
h.      Agama
i.        Urbanisasi
j.        Kehidupan politik dalam masyarakat yang mempengaruhi prioritas kepentingan anak, anggaran, dan lain-lain.
Hal tersebut terjadi apabila anak tidak dengan masalah keperawatan. Akan tetapi, anak usia infant, sangat rentan terhadap beberapa penyakit. Hal itu diakibatkan karena kondisi anak yang belum stabil. Jika terjadi demikian, maka anak dan orang tua harus diperhadapkan dengan istilah hospitalisasi. Hospitalisasi adalah reaksi yang bersifat individual dan sangat tergantung pada usia perkembangan anak,pengalaman sebelumnya terhadap sakit,sistem pendukung yang tersedia dan kemampuan koping yang dimilikinya,pada umumnya,reaksi anak terhadap sakit adalah kecemasan karena perpisahan,kehilangan, perlukaan tubuh,dan rasa nyeri.
1.       RESPON HOSPITALISASI PADA INFANT (0-1 tahun)
Cemas akibat perpisahan dengan orang tua (Separation anxiety) menyebabkan gangguan pembentukan rasa percaya dan kasih sayang, menyebabkan anak:
a.        Menangis (karena berpisah dengan ibu, dan terpapar pada lingkungan baru dan orang-orang asing).
b.       Marah (anak membutuhkan ibu dan ketika anak meminta ibunya, dan tidak diberikan maka anak akan marah).
c.        Gerakan yang berlebihan (anak memberontak ketika dia merasa tidak nyaman dan cemas karena berada di lingkungan asing).
2.        Respon infant akibat perpisahan dibagi tiga tahap:
a.        Tahap protes (fase of protes)
-          Menangis kuat .
-           Menjerit
-          Menendang
-          Berduka
-          Marah
b.       Tahap putus asa (phase of despair)
-           Tangis anak mulai berkurang.
-          Murung, diam, sedih, apatis.
-          Tidak tertarik dengan aktivitas di sekitarnya
-          Menghisap jari
-          Menghindari kontak mata
-           Berusaha menghindar dari orang yang mendekati
-          Kadang anak tidak mau makan.

c.        Tahap menolak (phase dethacement/denial).
-          Secara samar anak seakan menerima perpisahan (pura-pura).
-           Anak mulai tertarik dengan sesuatu di sekitarnya.
-          Bermain dengan orang lain.
-          Mulai mmbina hubungan yang dangkal dengan orang lain.
-          Anak mulai terlihat gembira.
3.       Kehilangan Fungsi Dan Control
Hal ini terjadi karena ada persepsi yang salah tentang prosedur dan pengobatan serta aktivitas di rumah sakit, misalnya karena diikat/restrain tangan, kaki yang membuat anak kehilangan mobilitas dan menimbulkan stress pada anak.
4.       Gangguan Body Image dan Nyeri
a.       Infant masih ragu tentang persepsi body image.
b.       Tetapi dengan berkembangnya kemampuan motorik infant dapat memahami arti dari organ tubuhnya, misalnya:sedih/cemas jika trauma atau luka.
c.       Warna seragam perawat/dokter (putih) diidentikkan dengan prosedur tindakan yang menyakitkan sehingga meningkatkan kecemasan bagi infant.
d.      Berdasarkan theory psychodynamic, sensasi yang berarti bagi infant adalah berada di sekitar mulut dan genitalnya. Hal ini diperjelas apabila infant cemas karena perpisahan, kehilangan control, gangguan body image dan nyeri infant biasanya menghisap jari, botol.
e.      Perlukaan dan rasa sakit : ekspresi wajah tidak menyenangkan, pergerakan tubuh yang berlebihan dan menangis kuat.