Tampilkan postingan dengan label BHS. INGGRIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BHS. INGGRIS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Februari 2014

Haruskah Iklan di larang ?





Iklan , sebuah hal penting yang hampir selalu ada di setiap chanel siaran tv . terkadang melihatnya sebal , sedang menonton seru-serunya , 1 menit , 2 menit , 6 menit atau bahkan durasinya lebih panjang dari penayangan film .
                Sering kita merasa kesal karena lebih lama iklan yang tampil dibandingkan film . iklan biasanya di tempatkan dibagian yang membuat penasaran agar penonton agar tetap menunggu , dan berada pada chanel tv tersebut karena penasaran ingin melihat kelanjutan film .
                Iklan di televisi tidak selamanya membuat jengkel . karena iklan sebenarnya dibuat sedemikian rupa agar menarik konsumen , jadi banyak iklan di televisi membuat kita betah menonton karena mungkin karena lucu atau unik seperti iklan mie sedap bakso spesial , iklan mie sedap “ayamku mana?” , iklan oreo “ afiiiika “, dan lain-lain.

                Sebenarnya stasiun televisi juga mendapat pendapatan melalui iklan yang mereka tayangkan , jika tidak ada iklan jelas  stasiun televisi akan bangkrut dan tidak bisa siaran lagi . jadi jelas kalau iklan di larang ditampilkan maka stasiun televisi semua akan bangkrut .
                Jadi sebaiknya :
1.       Iklan yang di tampilkan dikurangi penayangannya
2.       Stasiun televisi harus memilih untuk menayangkan iklan-iklan yang unik agar penonton tidak bosan .
3.       Durasi film lebih panjang dari iklan

Advertisements , an important thing that is almost always there in every broadcast tv channel . sometimes saw him annoyed , was watching in full swing , 1 minute , 2 minutes , 6 minutes , or even longer duration of the screening .

We often feel annoyed because the ads that appear longer than the film . usually placed ads section intriguing for the audience to keep waiting , and being on the tv channels as curious to see the continuation of the movie .

Advertising on television is not always the annoyance . because the ad was actually created in such a way to attract customers , so many ads on TV make us feel at home watching as possible because the ad funny or unique as meatballs special savory noodles , tasty noodles advertisement " Where my chicken ? " , advert oreo " afiiiika " , etc.

Actually television station also gets revenue from ads they publish , if there is no obvious ad will go bankrupt and television stations can not broadcast anymore . so obviously if the ad is displayed then banned all television stations will go bankrupt .
So you should :
1 . Ads that show reduced broadcast
2 . Television stations should be chosen to display unique ads that viewers do not get bored .
3 . The duration of the film is longer than ad
s

Sabtu, 08 Februari 2014

Ujian Nasional ( UN )





Saya 1 dari jutaan pelajar yang sangat heran dengan sistem keputusan para pemerintah . Ujian Nasional salah satunya , ini lebih seram dari hantu,monster ataupun siluman yang ada di muka bumi , Ujian Nasional adalah hal yang sangat mengerikan,menakutkan,dan menghantui untuk para pelajar tingkat akhir .Ditambah lagi , setiap tahun selalu saja ada perubahan sistem ujian nasional , contohnya tahun lalu dilaksanakan dengan 5 macam paket . Tahun ini tiba-tiba saja para ‘orang hebat’ yang ada di pemerintahan memutuskan untuk mengadakan ujian nasional dengan 20 paket . Loh ? Kok ?
Yang saya herankan , kok gak nanya dulu pendapat para pelajar yang bakal ngejalanin ujian nasional ini , kok gak di tanya “Apa mereka setuju ? Apa mereka siap ? Apa mereka keberatan” . Seolah-olah semua keputusan akan sistem yang dibuat mereka sudah kami setujui .

Seharusnya segala sesuatu , segala keputusan harus atas kesepakatan bersama agar tidak ada pihak yang dirugikan . Memangnya mereka yang membuat peraturan dan keputusan-keputusan itu tau siap tidaknya kami sebagai pelajar menghadapi ujian nasional ? “Babak belur” mengejar dan mengular seluruh materi dari kelas 1-3 . Mempelajari kembali 6 mata pelajaran sekaligus .

Apa mereka pernah bertanya “Bagaimana rasanya menghadapi UN ?” . Walaupun kelulusan skg adalah akumulasi 60% nilai UN dan 40% nya nilai sekolah , tetap saja rasa takut selalu menghantui pelajar , “Apakah saya lulus ? Apakah saya lulus ? Apakah saya lulus” , hal ini akan selalu menghantui kami . Mereka bilang UN adalah evaluasi belajar , bla bla bla ….. . Apa mereka tau pendapat pelajar mengenai UN ? saya rasa tidak.

Sebaiknya pemerintah membuat semacam forum ataupun voting untuk para pelajar atas segala kebijakan,keputusan dan segala sesuatu yang melibatkan para pelajar, agar mereka tau jeritan dan keluhan para pelajar , agar mereka tau apa yang dirasakan para tunas bangsa ini , agar mereka tau apa yang diinginkan oleh para pejuang bangsa ini.