Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 April 2014

Masa-Masa Putih Abu-Abu

Masa-Masa Putih Abu-Abu Itu...

1. Paling males pas bangun pagi siap2 ke sekolah. Apalagi kalo cuaca mendung atau gerimis, banyak yg berharap hujan badai sekalian biar ga perlu berangkat sekolah.

2. Terutama hari senin. Upacara bendera adalah kegiatan yg paling sedikit peminatnya. Ga tulus bgt ngejalaninya. Apalagi kalo pembina upacara ngasih pidato panjang lebar kali tinggi, huh.. asli banyak yg menderita tekanan batin!

3. Kalopun berangkat pagi2, itu ga lain ga bukan karena malamnya ga ngerjain PR, pengen nyari contekan dari temen-temen.

4. Merasa bahagia tiada tara kalo ada pelajaran kosong. Wuahh... Seisi kelas bakal memanfaatkannya untuk ngobrolin segala hal-hal, dari yg ga penting sampai yg paling ga penting, ketawa ketiwi, dandan, mainin hape, baca buku tapi bukan buku-buku rekomendasi sekolah. Pokoknya nano-nanolah rame rasanya!

5. Tapi rasa bahagia itu bisa berubah menjadi rasa duka yg mendalam, saat ada guru lain sok keren ngisi pelajaran kosong itu! Ngasih tugas ngerjain halaman berapa gitu, dan musti dikumpulin saat jam pelajaran berakhir. Cott lah!

6. Belajarnya cuma kalo lagi mau ada ulangan atau pas musim ujian aja. Itupun memakai sistem kebut semalam. Bikin contekan ditulis di kertas2 kecil, di tangan, di balik baju. Yg cewe-cewe kadang ada yg ditulis di paha.

7. Sebel bgt kalo udah bikin contekan banyak-banyak ternyata ga ada yang muncul di soal ujian! Sia-sia sudah perjuangan..

8. Bete sama temen yg pinter tapi pelit ga mau membantu ngasih jawaban. Giliran dikasih contekan ternyata jawabannya disalah-salahin. CROOT LAH!!

9. Paling ngefans sama soal pilihan ganda. Kalo udah mentok ga tau jawabannya, tinggal menggunakan jurus terakhir: Ngitung Kancing Kemeja Bu Guru, muahahaha.. *ngakak sampai tobat*

10. Kantin menjadi tempat tujuan paling populer saat jam istirahat. Perpus... Hadoh.. Kayaknya tempat ini musti dilengkapi fasilitas kamar tidur, karaoke dan PS2 biar menarik minat siswa untuk mengunjunginya!

11. Bete beud pas lagi seru-serunya santai, tiba-tiba bel tanda masuk berbunyi. Jam istirahat terasa singkat, tapi jam belajar bagaikan seabad!

12. Hal yg bisa membuat betah adalah kalo ada guru yg cantik, seksi, gaya ngajarnya oke, humoris dan gaul. Ga perlu minum suplemen kuku kaki bima energi pun bakalan semangat belajarnya. Eeaa..

13. Ga cewek ga cowok biasanya didalam tas tersedia baju ganti non seragam, lengkap dengan seperangkat alat kosmetik sederhana. Untuk jaga-jaga saat harus tampil menawan mendadak.

14. Paling muak kalo ada guru killer! Bawaannya pengen ngajak adu jotos aja, tapi yah cuma berani dalam hati doang..

15. Kalo ada guru telat masuk santai aja ga masalah. Tapi kalo telat keluar padahal jam pelajaran udah selese, ini jelas jadi masalah. Aksi protes bakal menggema sampai ke sudut-sudut paling terpencil kelas.

16. Kalo udah jam-jam terakhir bentar-bentar pasti ngecek jam. Berharap cepet-cepet pulang ke rumah. Tapi ketika jam pulang tiba, bukannya langsung pulang ke rumah, justru mampir ke mall, nyangkut di warnet, nongkrong di perempatan, terdampar di rumah temen dan lain2...

Yeah... Begitulah sedikit dari sekian banyak kelakuan-kelakuan semasa Mimin SMA dan gmna  kamu juga pernah seperti itu..??

Sabtu, 01 Maret 2014

Meninggal Ala Final Destination







Masih ingatkah anda tentang kecelakaan pesawat Air France yang jatuh di Samudra Atlantik bulan Juni tahun 2009 yang lalu? Pesawat ini menghilang dari pantauan radar 1000 KM Timur Laut pulau Fernando de Noronha, Brazil.

Kecelakaan tersebuat adalah kecelakaan paling parah yang pernah dialami Air France. Harusnya ada genap 300 orang yang meninggal, namun 2 orang lagi, terselamatkan secara tak sengaja. Pernah lihat film Final Destination, dimana ada seseorang yang terhindar dari kematian namun kematian tersebut terus mengejar-ngejar seseorang tersebut?

Tanpa di sadari, kejadian mengerikan itu memang benar-benar terjadi di kehidupan nyata kita. Seorang perempuan yang terlambat ke bandara karena suatu hal, harusnya ditakdirkan meninggal dan menggenapi para korban meninggal menjadi genap 300 pada kecelakaan pesawat Air France.

Dia adalah Johanna Gonthaler, warga negara Italia yang sedang berlibur bersama suaminya di Brazil telah memesan tiket untuk penerbangan 447 ke paris. Pasangan tersebut datang terlambat di bandara Rio de Janeiro pada 3¹Mei 2009 yang lalu. Empat jam setelah penerbangan ke paris, 228 orang penumpang dinyatakan tewas setelah pesawat itu jatuh ke samudra Atlantik.

Pasangan itu kemudian mengambil penerbangan lain ke Eropa pada hari berikutnya dan sedang dalam perjalanan ke rumah mereka di Provinsi Bolzano Bozen, Italia.

Disinilah Johanna Gantheler bertemu dengan kematianya. Sehari setelah tragedi Air France 447. Mobilnya berbelok ke jalur yang berlawanan di sebuah jalan di Kufstein, Austria, dan mengarah ke sebuah truk yang mengarah padanya.

Ini adalah murni kecelakaan dan tidak ada unsur sabotase. Tapi kemiripan dengan cerita film Final Destination ini cukup mengerikan. Mungkinkah memang Film Final Destination bisa terjadi di dunia nyata

Sabtu, 22 Februari 2014

Jenguk Roger Danuarta, Arya Wiguna numpang tenar



Nama Arya Wiguna memang tak bisa lepas dari berita- berita yang sedang ramai dan mendapatkan atensi publik. Contoh saja ketika kasus Eyang Subur dan Adi Bing Slamet sedang menjadi pusat pemberitaan.

Lalu, Arya pun mencoba untuk ikut andil dalam perseteruan panas antara Ahmad Dhani dan Farhat Abbas. Ia masuk dan menyerang Farhat. Bahkan dalam perseteruan itu, Arya menantang Farhat Abbas untuk melakukan sumpah pocong.
Namun, belum sempat dipanggil untuk melakukan sesi roadshow di televisi atas tindakannya itu, tayangan sumpah pocongnya sudah disemprit Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk tidak dilanjutkan penayangannya.

Dan kali ini, Arya pun seakan tak ingin berhenti muncul di depan kamera infotainment. Ia tiba-tiba menyambangi Polsek Pulogadung, Jakarta Timur untuk menjenguk Roger Danuarta.

Ditanya tentang kapasitasnya disitu, Arya mengaku tak kenal Roger yang telah dinyatakan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba tersebut.

"Jujur saya belum pernah ketemu Roger. Saya merasa iba, terpanggil. Kejadiannya dia di luar kebiasaan, biasanya lagi makai digrebek, ini di tengah jalan, OD, ga sadar," kata Arya di Polsek Pulogadung, Jakarta Timur (20/2).

Arya mengaku miris. Ia yang tak sempat berbicara dengan Roger berharap ini adalah pelajaran terbaik bagi pesinetron laga tersebut.

"Itu miris. Ga sempet ngobrol. Dia cuma sebentar ketemu kita. Secara psikologis pasti kaget. Makanya saya bilang penyesalan kan datangnya belakangan. Jangan sampai terjadi-terjadi lagi. Mudah-mudahan ini jadi pelajaran buat dia, dia ga pakai narkoba lagi. Dia bisa berkarya lagi, kumpul lagi," kata arya

Selasa, 11 Februari 2014

Kisah Polisi Yang Menilang Sahabatnya


BACA & RESAPI (KISAAHH NYATAA) di Share ya ... !!

Priiiiit.......-..!!
Prittttt....
"Tolong tunjukkan SIM nya!" Kata
polantas. Dgn wjah kesal si pengemudi berkata "maaf pak, sy tau salah menerobos lampu merah, tapi
tolong pak jangan ditilang, sy buru2
krn anak saya ultah". Sambil cemas pengemudi yg bernama
Ari itu menatapi wajah polisi
tersebut,yg ternyata adalah tmen SMA,
"Lho .. kau kan si Tono, kita temen
SMA dulu!" Sambut Ari dgn nada lega.

Tapi Tono si Polisi tersebut hanya senyum samibl tetap bersikukuh
meminta SIM si Ari.
Dgn wjh kecewa Ari pun memberikan
SIM nya kemudian lagsung masuk
kedlm mobil nya & menutup kaca
pintunya rapat2.
Sementara Tono menulis sesuatu dikertas tilangnya. Bbrp saat kemudian,Tono mengetuk
kaca pintu mobil Ari.

Sambil memandangi wajah Tono penuh
kecewa, Ari pun membuka kaca pintu
mobilnya hanya sedikit aja, maksud
hanya cukup utk selipkan kertas tilang aja. Tono pun memberikan
kertas lewat kaca yg terbuka hanya
sekitar 2 cm itu lalu pergi tanpa kata. Sambil menggerutu, kesal, Ari
membuka kertas tersebut, tapi.."Hei,
apa ini ? kenapa SIM saya dikembalikan ? & ini kertas apa!"
Gumam Ari.

Segera Ari membuka
kertas pemberian Tono tsb & ternyata Tono tdk menilangnya, tp justru menulis surat yg isinya : "Hai Ari, kau
tau gak, dulu saya punya anak
satu2nya yg meninggal ditabrak oleh Penerobos Lampu Merah.
Pengemudinya dihukum 3 bln. Setelah bebas ia dpt berkumpul & memeluk
anak nya lagi. Sementara saya ... saya
tdk dpt melihat apalagi memeluk anak
saya lagi . Beribu kali saya mencoba utk maafkan Pengemudi itu tp tdk
bisa.
Maafkan saya Ari, kau hati2 dijalan,
titip salam buat keluargamu & selamat
ulang tahun buat anakmu !

Lagsung Ari pun keluar dr mobil nya
hendak menjumpai Tono, tp Tono sdh
tdk ada diPos nya.

Sepanjang jln mengemudi, perasaan
hati Ari tak tentu, berharap kesalahannya dpt termaafkan.

Tak selamanya pengertian kita sama dgn pengertian org lain. Terkadang
suka kita justru duka buat Org lain,,... Kalau anda sayang dengan orang yang disekitar anda, berbagilah cerita
ini

Sabtu, 16 November 2013

Versi Teks Naruto Chapter 655


Versi Teks Naruto Chapter 655
Chakra-chakra bijuu yang ditarik keluar dari tubuh Obito telah kembali ke wadah mereka masing-masing. Kini, mahluk-mahluk berukuran raksasa itu telah berkumpul di hadapan Naruto. "Kau menepati janjimu, Uzumaki Naruto, kau benar-benar menyelamatkan kami." ucap Yonbi.

"Tentu saja, Son!" seru Naruto sambil menghormat.
"Hehe.." Hachibi tertawa.

Dalam hati, ekor tujuh : "Kita beruntung.."
Ekor enam : "Kau hebat.."
Ekor lima : "Sungguh.."
Ekor dua : "Yeah.."
Ekor tiga : "Bagus.."
Ekor satu : "Anak ini kan.."

Naruto Chapter 655

Shaattt!!! Tiba-tiba saja Sasuke bergerak melesat dan menarik pedangnya menuju ke arah tempat Obito terbaring lemas. "Tunggu, Sasuke!!" Naruto mencoba untuk mencegatnya. "Hei hei!!" orang-orang aliansi kaget.

"Anak itu.."
"Ada apa dengannya!?"



"Di sana! Dia masih hidup!!" ucap Shi. Sasuke melesat ke arah Obito, yang memang masih hidup, namun sudah terbaring tanpa kekuatan dan tak mampu untuk bangkit kembali.

Hendak dihabisi, Obito tak bisa berbuat apa-apa sambil pasrah melihat ke arah Sasuke, "Benar.. aku sudah kalah.." pikirnya. Namun tepat sebelum Sasuke mencapainya, tiba-tiba Kakashi muncul dari dimensi lain dan menindihnya, sambil menodong dengan kunai.

"Kakashi.." Sasuke menghentikan langkahnya.
"Sasuke, kita bisa bicara nanti.. maaf karena muncul tiba-tiba, tapi.. aku adalah manyan teman satu kelompoknya, jadi biarkan aku yang bertanggung jawab atas ini.." ucap Kakashi.

"Kakashi-sensei!! sekarang dia sudah.."

Batsss!!! Kakashi hendak menusuknya dengan kunai namun tiba-tiba Minato cepat datang dan memegang tangannya.

Obito kaget, begitu pula dengan yang lainnya, termasuk Naruto, "Ayah!!"

"Ini waktunya untuk menghabisinya!!" ucap orang-orang aliansi.
"Ayo lakukan!!" seru yang lain.

"Tunggu!!" ucap Tsunade. Para shinobi kemudian terdiam, dan Minato pun menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan.

"Obito, ketika chakra kita saling tarik menarik, aku mampu melihat isi hatimu.." ucap Minato. Obito yang masih rebah tak berkata apa-apa. "Putraku telah memberimu sedikit ceramah, kurasa ia mewarisi itu dari ibunya.."

"Ayah.."

"Tapi sebenarnya, itu adalah tugasmu.." Minato lalu melirik ke arah Kakashi. "Kalau ada yang bisa mengerti Obito dengan baik, maka itu adalah kau, Kakashi, temannya.." ucap Minato. "Bukankah kau juga berpikir begitu Naruto?"

Naruto melihat ke arah Sasuke dan nampaknya dalam hati merasa kalau memang benar hanya teman sejati yang bisa mengerti temannya.

"Naruto, kau dan yang lainnya pergilah untuk membantu hokage pertama, kau harus menyegel Madara." ucap Minato. "Ah benar! dia belum dikalahkan!!" ucap Naruto. "Ayo pergi, Sasuke!!" Naruto pun mengajak Sasuke untuk ikut membantu.

Mereka semua lalu pergi, kecuali Minato dan Kakashi yang masih bersama dengan Obito. Minato masih memegangi tangan Kakashi yang memegang kunai. "Waktu itu usiamu lebih muda dari Naruto yang sekarang.. apa kau ingat dengan semua misi yang telah kita selesaikan bersama? Rin, sebagai ninja medis ia selalu melindungi kalian berdua.. dia pasti tak ingin melihat hal seperti ini.."

Kakashi pun secara perlahan menjatuhkan kunainya.

"Tapi, ini adalah salahku sampai-sampai hal ini terjadi." ucap Minato. "Meskipun sudah mati, namun bisa berdiri di sebelah kalian seperti ini, mungkin inilah yang Rin inginkan. Dia akan bilang, apa yang kau lakukan? harusnya kau yang menjadi gurunya."

Sejenak Minato terdiam, lalu berkata, "Maafkan aku karena tak bisa melindungi Rin.."

Obito dan Kakashi juga ikut terdiam, lalu kemudian Obito berkata "Rin adalah.. dia adalah satu-satunya cahayaku.."

"Setelah kehilangan Rin, dunia tak lagi terlihat seperti dulu. Dunia hanya tinggal neraka yang gelap.." ucap Obito. "Tak ada lagi harapan di dunia ini. Aku terus mengelilingi dunia untuk kepentingan Madara, dan semua yang kulihat membuat aku semakin yakin.. bahkan dengan sharingan, aku tak bisa melihat apapun, tak ada apapun."

"Aku tidak mengerti.." ucap Kakashi,
"??"

"Lalu kenapa kau tak mengikuti jalanku?" tanya Kakashi. "Jalan yang kau pilih adalah kemungkinan lain.. sebenarnya, aku juga berpikir dunia ini seperti neraka. Kupikir aku telah kehilanganmu, dan setelahnya kehilangan Rin, bahkan Minato-sensei juga.. tapi.."

Kakashi selalu ingat dengan kata-kata terakhir Obito, "Aku akan memberimu.. sharinganku.. tak peduli apa yang orang lain katakan, kau adalah seorang jounin yang sempurna.."

"Aku tak terlalu mengerti, tapi.. aku terus mencoba untuk membuka mataku, mencoba untuk melihat.. dengan kata-kata dan sharingan yang kau tinggalkan untukku.. aku merasa aku akan bisa melihat sesuatu.."

"Apa itu Naruto?" tanya Obito. "Bagaimana bisa kau yakin kalau dia tak akan gagal?"

"Yah, mungkin dia juga akan gagal.." Kakashi berdiri..

"Apa yang membedakan aku dan Naruto? kenapa kau begitu peduli padanya?"
"Karena aku tahu dia tak akan gagal sejauh dirimu.." ucap Kakashi.
"Kenapa?"

"Selama ia berjalan di jalannya, aku akan membantunya.." ucap Kakashi.
"Kenapa.. kau membantunya?"

"Karena dia tak akan pernah menyerah pada mimpinya, dan dunia nyata ini.. itulah dia.." ucap Kakashi. "Dan dengan tingkahnya, ia bisa membuat seseorang ingin membantunya.. dan semakin banyak yang membantunya, semakin dekat ia dengan tujuannya. Itulah dia."

Sementara di sisi Naruto, ia dan para shinobi telah melihat Madara. "Ketemu!!" ucapnya.

Kembali ke Obito, "Apa kau benar-benar yakin kalau sesuatu seperti itu ada di neraka gelap ini?"

"Kau juga pasti bisa melihatnya, kita punya mata yang sama.." ucap Kakashi. "Jika teman yang kau percayai bersama denganmu, kau akan bisa melihat harapan dengan jelas. Itulah apa yang kupikirkan, Obito.."

Bersambung ke Naruto Chapter 656