Tampilkan postingan dengan label ASTRONOMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASTRONOMI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Maret 2014

NASA Bercocok Tanam di Bulan untuk Meneliti Kehidupan Luar Angkasa

Bercocok Tanam di Bulan

pernah tida di bayangkan bagaimana bisa bercocok tanam di luar angkasa? Mungkin bagi Anda itu merupakan hal yang mustahil untuk terwujud ataupun dilakukan. NASA berusaha mewujudkan hal yang dianggap mustahil tersebut. Penelitian ini dilakukan oleh NASA sebagai bagian dari langkah awal untuk menentukan bisa atau tidak terdapat kehidupan luar angkasa di sana.

Percobaan pertama kali yang dilakukan NASA kali ini dengan menanam tumbuhan di planet lain atau di luar angkasa. Prosesnya ialah menempatkan benih tanaman dalam suatu tabung khusus yang bernama Lunar Plant Growth Chamber. Tabung ini nantinya akan membawa udara yang diprediksi cukup untuk 10 hari. NASA memperkirakan bahwa benih didalam Lunar Plant Growth Chamber akan tumbuh dan mulai bertunas setelah lima hari. Nantinya, benih yang akan ditanam diluar angkasa bukan hanya bertujuan untuk menguji apakah planet lain dapat ditanami tumbuhan dari bumi, melainkan juga agar nantinya para astronot yang bertugas di luar angkasa dapat menanam bahan makanan sendiri untuk kehidupan luar angkasa.

Rangkaian percobaan untuk menanam tumbuhan di planet lain oleh NASA ini merupakan bagian dari Moon Express Lander yang mulai diluncurkan pada 2015 nanti. Moon Express Lander sendiri adalah proyek komersial untuk dapat mendarat di Bulan. Dalam pernyataan resminya, NASA mengungkapkan bahwa tanaman akan tumbuh di bulan dengan sinar matahari alami. Dan nantinya, tanaman akan bertumbuh dengan media kertas filter yang memiliki kandungan nutrisi.

Mungkinkah Manusia Bisa Hidup di Bulan?

NASA pun mengungkapkan bahwa nantinya bila proyek menanam tanaman di Bulan tersebut sukses, maka tak tertutup kemungkinan bahwa mimpi agar manusia dapat hidup di Bulan dapat terwujud. Dan bila kehidupan luar angkasa terutama di Bulan dapat terwujud, tentunya mimpi para manusia untuk menjelajah ataupun berlibur ke luar angkasa juga dapat terwujud.


Senin, 17 Maret 2014

Planet Yang Layak Huni Setelah Bumi




Planet Yang Layak Huni Setelah Bumi

Bumi kita tercinta ini sudah semakin rusak akibat dari pertambahan jumlah penduduk dan ulah manusia yang tidak bertanggung jawab . apakah anda pernah berpikir berapa lama lagi bumi kita ini bisa bertahan ? mungkinkah anak cucu kita masih bisa melihat bumi kita ini , dengan kondisi bumi yang semakin hari semakin memburuk . dengan kondisi yang semakin panas , sebagaimana yang kita sering lihat di televisi itu semua dampak dari pemanasan global .

Banyak usaha yang dilakukan oleh pemerntah untuk mengatasi global warnig  misal dengan gooGreen , tapi usaha itu tidaklah maksimal karena kurangnya kesadaran kita untuk menjaga bumi.
Jika dari generasi ke generasi tidak adanya kesadaran untuk menjaga bumi  Mungkin tidak lama lagi planet kita yang tercinta ini sudah tidak layak huni lagi , karena makin panasnya suhu bumi akibat ozon yang tak mampu menahan sinar ultra violet matahari . dan  mungkin yang pas adalah kita  berpindah planet jika teknologi memungkinkan di masa depan. 

Kalau manusia melakukan migrasi, kemana   tempat yang paling sesuai ?. Mungkin Titan adalah jawaban yang paling tepat. Mungkin ada yang mengira  Mars adalah planet yang paling layak huni setelah Bumi disebabkan alasan Mars adalah planet yang paling sering dianggap memiliki potensi untuk mendukung kehidupan. Tapi  Kenyataannaya ada tempat lain yang lebih mirip Bumi , 

 Mars

Bahkan lebih layak untuk dihuni dibandingkan bumi yang sekarang. Dr. Dirk Schulze-Makuch dari Washington State University mempublikasikan jurnal berjudul Astrobiologi menyatakan, dalam pemeringkatan, Titan, salah satu bulan/satelit dari Planet Saturnus, adalah benda langit paling layak huni dibandingkan planet Mars. 

Daftar Planet yang Mendukung Kehidupan menunjukkan, Titan meraih peringkat teratas setelah Bumi . Bumi memiliki indeks 1. Sementara Titan adalah 0,64, diikuti Mars (0,59), disusul Europa yang merupakan bulan Jupiter (0,47) . Dua eksoplanet yang dinyatakan layak huni adalah Gliese 581 g (0,49) dan Gliese 581d (0,43). 
 Titan
Daftar Planet yang Mendukung Kehidupan itu dikembangkan berdasarkan beberapa kriteria. Di antaranya adalah faktor keberadaan batuan, air, energi,material organik, dan jarak planet dari bintangnya. Titan punya potensi layak huni sebab terbukti memiliki air dan energi. Penelitian planet layak huni akhir-akhir  telah maju dengan pesat, salah satunya dengan sumbangan teleskop antariksa Kepler yang berhasil menemukan lebih dari 1.000 kandidat planet layak huni.
Mungkin Teleskop di masa depan  bisa mendeteksi biomarker, seperti cahaya atau pigmen klorofil yang ada pada tumbuhan. Selain menyusun pemeringkatan planet layak huni, Schulze- Makuch juga menyusun Daftar Planet yang Mendukung Kehidupan untuk mengetahui planet dan bulan yang kondisinya paling mirip dengan Bumi. 

Hasilnya yang sama menyatakan bahwa Mars bukanlah yang pertama. Gliese 581g adalah planet yang paling mirip Bumi, dengan skor 0,89 sementara Gliese 581d punya skor 0,74. Mars sendiri punya skor 0,7 dan Merkurius 0,6. Indeks Kemiripan Bumi dikembangkan dengan melihat ukuran planet, densitas, dan jarak dari bintang induk. Gliese 581g dan Gliese 581d adalah planet yang mengorbit bintang katai merah Gliese 581. Meski layak huni dan mirip Bumi, mencapai kedua planet itu terbilang sulit karena jaraknya yang sangat jauh. Gliese 581g berjarak 198 miliar kilometer. Tapi mau selayak huni apapun. Bumi lah satu-satunya tempat manusia hidup yang paling cocok untuk saat ini karena jaraknya yang sangat jauh.

Oleh karena itu melalui artikel ini saya mengajak teman-teman sekalian untuk lebih peduli lagi dengan bumi , marilah kita mulai dari hal kecil dengan membuang sampah pada tempatnya , dan menghemat energi  karena kita tidak mungkin bermigrasi ke planet lain dikarenakan jarak yang sangat jauh .